
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Kapan Suami Boleh Berjimak dengan Istrinya?</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini cukup penting diketahui oleh pasutri terutama bagi suami. Sebagaimana kita ketahui ketika istri haid, suami tidak boleh berhubungan badan dengan istri, ketika istri telah “suci/bersih” baru lah boleh bagi suami. Perlu diketahui bahwa ulama berbeda pendapat makna “suci/bersih”, apakah suami boleh berhubungan badan:</span></p>
<ol>
<li><strong> Setelah istri suci/bersih dari haid dan darah haid selesai</strong></li>
<li><strong>Setelah istri mandi wajib/janabah</strong></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Pendapat yang kami pegang adalah suami baru boleh berhubungan badan dengan istri setelah istri mandi wajib/janabah. Berikut pembahasannya:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayat yang membicarakan hal ini sebagai berikut, Allah berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.”</span></i><strong> (Al-Baqarah : 222)</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/47972-menceritakan-rahasia-hubungan-suami-istri.html" data-darkreader-inline-color="">Menceritakan Rahasia Hubungan Suami-Istri</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Kenapa Terjadi Perbedaan Pendapat?</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Perbedaan pendapat terjadi karena perbedaan cara baca dan artinya juga berbeda. Al-Baghawi menjelaskan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">قرأ عاصم برواية أبي بكر وحمزة والكسائي بتشديد الطاء والهاء يعني : حتى يغتسلن وقرأ الآخرون بسكون الطاء وضم الهاء فخفف ومعناه حتى يطهرن من الحيض وينقطع دمهن</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“’Ashim membaca dengan qiraah Abu Bakar, Hamzah, Al-Kasa-i dengan mentasydid thaa’ dan haa’ yaitu sampai istri mandi. Yang lain membaca dengan mensukunkan Thaa’ dan mendhammah haa’ (tidak ditasydid), maknanya yaitu sampai suci/bersih yaitu terputusnya darah haid.”<strong> [Lihat Tafsir Al-Baghawi]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beberapa ulama lain menafsirkan bahwa makna di sini yaitu istri telah mandi wajib/janabah</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Katsir berkata:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فيه ندب وإرشاد إلى غشيانهن بعد الاغتسال</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ayat ini memotivasi dan petunjuk agar berhubungan badan dengan istri setelah ia mandi.” <strong>[Lihat Tafsir Ibnu Katsir]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy juga berkata:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أي: اغتسلن</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Boleh berhubungan badan setelah istri mandi.” <strong>[Lihat Tafsir As-Sa’diy]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apabila memegang pendapat bahwa “istri harus mandi wajib dahulu”, maka perlu diketahui ulama juga berbeda pendapat, apakah suami boleh memaksa istri untuk mandi atau tidak. Beberapa ulama berpendapat bahwa suami BOLEH MEMAKSA istri untuk mandi wajib agar ia bisa segera berhubungan badan. Musa bin Ahmad Al-Hajjawi menjelaskan hal ini, beliau berkata:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">و له إجبارها و لو ذمية على غسل حيض و نجاسة</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Boleh bagi suami untuk memaksa istri (walaupun dzimmiyah) untuk mandi dari haid dan mandi dari najis.” <strong>[Zadul Mustaqni’ hal 173, Darul Wathan]</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/26985-bolehkah-melihat-gambar-porno-demi-kepuasan-hubungan-suami-istri.html" data-darkreader-inline-color="">Bolehkah Melihat Gambar Porno Demi Kepuasan Hubungan Suami Istri?</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Istri Segera Memenuhi Hasrat Suami</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Walaupun hal ini ada ikhtilaf ulama, hendaknya para istri sadar betul akan kebutuhan utama suami dalam hal ini dan bersegera untuk memenuhi “ajakan” suami. Bagi para istri hendaknya perhatikan hadits berikut:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَالَّذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ مَـا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهَا فَتَأْبَـى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِيْ فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tidaklah seorang suami memanggil isterinya ke tempat tidurnya lalu ia menolak ajakannya, melainkan Rabb Yang di langit dalam keadaan murka terhadapnya hingga suaminya ridha kepadanya.” </span></i><span style="font-weight: 400;"><strong>[HR. Muslim]</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian juga hadits berikut, Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيْءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika seorang suami mengajak istrinya ke atas ranjangnya, tetapi ia tidak mematuhinya, maka para Malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” <strong>[HR. Bukhari &amp; Muslim]</strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/33913-berhubungan-badan-suami-istri-itu-sedekah.html" data-darkreader-inline-color="">Berhubungan Badan Suami-Istri Itu Sedekah</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/23592-istri-yang-taat-suami-dijamin-surga.html" data-darkreader-inline-color="">Istri yang Taat Suami Dijamin Surga</a></strong></li>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslimah.or.id/6363-hadits-lemah-pakailah-kain-penutup-ketika-berjimak-dengan-istri.html">Hadits Lemah: Pakailah Kain Penutup Ketika Berjimak Dengan Istri</a></strong></span></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id </a></span></strong></p>
 