
<h2><strong>Bersaing Dalam Kebaikan</strong></h2>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Hasan Al-Bashri mengatakan:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">إذا رأيت الناس في خير فنافسهم فيه وإذا رأيتهم في هلكة فذرهم وما اختاروا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika Anda menjumpai orang-orang itu berada dalam kebaikan maka bersainglah bersama mereka dalam kebaikan. Akan tetapi jika banyak orang berebut dalam hal yang mengantarkan kepada kebinasaan (baca: harta, jabatan, popularitas dll) biarkan mereka dengan pilihannya jangan ikut-ikutan.” (Hilyatul Auliya 2/157)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semestinya kita iri dengan yang pandai mengumpulkan pundi-pundi pahala akhirat dengan rutial ibadah dan sedekahnya dengan berusaha meniru atau menyainginya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pula semestinya kita tidak silau dengan dunia yang diperebutkan banyak orang dengan mengorbankan kehormatan, nama baik bahkan agama. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Gemerlap dunia itu hanya dua pilihan:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kita meninggalkan dunia karena kita mati duluan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">ATAU</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dunia yang meninggalkan kita karena dicuri orang, pensiun, dll. </span></p>
 