
<p><span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Jum’at, 5 Shafar 1433 (30 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Hari ini Husain Al-Ahmar menjadi tamu Syaikh Yahya Al-Hajury dan beliau bersama-sama tokoh Dammaj mensyaratkan keluarnya Rafidhah dari Dammaj secara keseluruhan, akan tetapi rofidhoh meminta pengecualian di dua tempat, Al-Mudur dan As-Sham’at. Dengan dalih, mereka sudah ada disana sejak peperangan mereka dengan pemerintah, juga tambahan tempat yang ketiga yaitu Qohlalah, tempat yang menjadi saksi terjadinya pertempuran yang sangat sengit antara pemerintah dengan hutsy, tempat-tempat ini masih termasuk wilayah Dammaj dan mereka meminta tempat-tempat ini diluar isi dari perjanjian damai. </span></p>
<p><span style="font-size: small;">Husain Al-Ahmar juga menjamin kepada Syaikh Yahya dan tokoh-tokoh Dammaj bahwa Hutsy tidak akan mengganggu seorang sunni-pun.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Medan Perang Kitaaf</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Adapun di medan perang Kitaaf, Mujahidin telah bersikap waspada dari usaha penyusupan yang dilakukan tiga mobil Hutsi. Mereka datang dengan mendadak dan tiba-tiba. Maka Mujahidin menyambutnya dengan tembakan peluru mortar dan serangan secara langsung sehingga salah satu mobil mereka terkena tembakan bersama dengan orang-orang yang berada didalamnya, tidak diketahui, berapa yang tewas dan berapa yang terluka, adapun yang lainnya melarikan diri dengan meninggalkan mobilnya !</span></p>
<p>—</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Kamis, 4 Safar 1433 (29 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Berita Jihad Dari Bumi Wailah</strong></span></p>
<p>Medan perang Wailah menjadi duri di kerongkongan orang-orang Rafidhah, kemenangan yang terus-menerus –<em>dengan karunia Allah</em>-.Dalam dua hari ini <em>mujahidin</em> Ahlus Sunnah terus maju kedepan dan menguasai 3 bukit yang sangat strategis. Ini membuat Rafidhah menjadi patah semangat dan menggambarkan seakan-akan Ahlus Sunnah bukan dari golongan manusia. Juga mereka tidak mampu mengambil kembali tempat-tempat yang telah dikuasai Ahlus Sunnah. Telah terjadi komunikasi dengan salah satu komandan di medan perang. Beliau menceritakan, ikhwah datang berbondong-bondong maju ke medan perang sampai kami merasa khawatir dengan mereka. Dan semangat mereka sangat luar biasa sekali seakan-akan hendak memakan orang-orang Rafidhah tanpa perlu membunuh mereka! Bahkan mereka berlomba-lomba hendak maju ke garis depan. Komandan tadi menceritakan, kami tembakkan peluru mortar ke salah satu penembak Rafidhah yang bersenjata senapan mesin kaliber 12,7 mm, dan dia banyak sekali menyusahkan <em>mujahidin.</em> Kami tidak mengetahui hasilnya kecuali setelah terdengar ledakan mengenainya dan asap membumbung tinggi, suatu peristiwa yang mencengangkan! Kemudian aku bertanya lagi, kami mendengar disana ada tim mediator untuk perdamaian. Dia menjawab, kami mendengar mereka membicarakan tentang perdamaian, akan tetapi kami tidak pernah berfikir untuk berdamai. <em>Ikhwah</em> yang lain juga bercerita, disana ada penembak Rafidhy busuk sekali dan telah melukai beberapa orang <em>mujahidin</em> kemudian <em>mujahidin</em> mengepungnya dari berbagai arah. Dia tidak menyadarinya kecuali setelah mereka berada di depannya, kemudian dia minta kepada <em>mujahidin</em> untuk dibiarkan berbicara dengan ibunya sebelum dibunuh. Maka ikhwah mengatakan: sekarang kamu berkata seperti ini! Sebelumnya kamu telah menyebabkan saudara-saudara kami terluka! Setelah itu ikhwah membunuhnya dengan segera –<em>semoga Allah memburukkannya</em>-.</p>
<p>Peristiwa ini mengingatkan kepada kami tentang seorang tawanan yang berusaha menyusup ke Wailah kemudian ditangkap oleh mujahidin bersama senjatanya. Ketika ditanya: apa tujuanmu kesini? Dia menjawab : mencari ibunya ! Juga ada sebuah peristiwa yang lebih aneh lagi dari itu, ikhwah <em>mujahidin</em> mendapati telepon genggam dari orang-orang Rafidhah yang terbunuh, tiba-tiba telpon tersebut berdering, kemudian ikhwah mengangkatnya dan bertanya : dari siapa ini ? dia balik bertanya : dimana pemilik telpon ini ? dijawab telah terbunuh, kemudian ditanya lagi : siapa anda? Dia menjawab : aku ibunya seraya berkata: wahai Ahlus Sunnah! Kuburkanlah anakku dengan baik, demi Allah, orang-orang Rafidhah telah membawanya dengan paksa padahal dia tidak mau! Maka aku berkata : <em>Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un</em>. Dan bayak sekali ikhwah menceritakan : kami mendapatkan gambar-gambar telanjang di telpon genggam mereka! Aku bertanya kepada Abu Hatim pimpinan markaz penerimaan Mujahidin tentang banyaknya <em>mujahidin</em> yang datang berbondong-bondong ke medan perang Wailah. Maka beliau menjawab : sangat mengherankan!! Puluhan mobil dipersenjatai dengan senjata lengkap datang ke Wailah, ratusan <em>mujahidin</em> datang dari mana-mana dengan senjata-senjata mereka, semuanya mencari medan perang di garis depan, ini semua berkat karunia Allah semata, adapun kematian di pihak Rafidhah, keadaan mereka seakan-akan digiring menuju kematian !!</p>
<p><strong>Penjara Rahasia Milik Rafidhah</strong></p>
<p>Kantor berita<em> As-Syirq Al-Ausath</em> menukil berita dari saksi mata, diantaranya para Masyaikh, anggota parlemen, tokoh masyarakat dari dua propinsi, Sha’dah dan ‘Imran tentang adanya penjara rahasia milik Rafidhah. Mereka menangkap orang-orang yang menyelisihi madzhab ataupun pendapatnya tanpa kuputusan pengadilan ataupun tuduhan yang beralasan. Para saksi mata juga menyatakan bahwa para tahanan di penjara rahasia tidak diketahui keadaan mereka karena siapun orangnya dilarang mengunjungi ataupun datang ke sana. Anggota parlemen yang bernama Syaikh Shaghir bin Aziz yang memimpin rombongan anggota parlemen dan masyarakat untuk menghapuskan blokade di Dammaj. Juga berkunjung ke penjara rahasia di Sha’dah, memaparkan kepada kantor berita<em> As-Syirq Al-Ausath</em>, bahwasanya orang-orang Rafidhah sejak 8 tahun yang lalu di Sha’dah dan beberapa Propinsi, di Jauf dan Hajjah, menangkapi orang-orang yang berseberangan dengan madzhab dan golongannya kemudian melakukan pembersihan fisik alias membunuh orang-orang tersebut. Di wilayah Sufyan, ada sekitar 17 orang yang diculik oleh orang-orang Rafidhah tanpa diketahui rimbanya! Anggota parlemen tersebut menambahkan : penjara-penjara rahasia tersebut berada ditempat yang jauh, di gunung-gunung, di goa-goa, yang penting jauh dari pemukiman penduduk, di dalamnya terdapat alat-alat penyiksaan yang tidak bisa dibayangkan oleh akal. Kantor berita <em>As-Syirq Al-Ausath</em> menelepon salah satu orang yang ditangkap oleh orang-orang Rafidhah selama satu bulan, tanpa tahu sebab kenapa dia ditangkap dan atas tuduhan apa dia diperlakukan seperti itu, orang ini bernama Sulton Al-Marhaby. Menceritakan apa yang dialaminya dan berkata : aku tinggal di penjara selama sebulan penuh dan aku tidak tahu tuduhan apa yang ditujukan kepadaku! Ketika ditanya : dimana dia dipenjara ? dia menjawab : aku tidak tahu, aku ditangkap dalam keadaan tertutup kedua-mataku dan terikat kedua tanganku, barang siapa yang berusaha menggerakkan tangannya ke arah penutup matanya untuk membukanya maka mereka meletakkan moncong senjatanya ke kepalanya dan mengancam : kalau sekali lagi mengangkat tangannya akan dibunuh! Kemudian dia menambahkan: mereka memaksaku bermalam di tempat yang dingin dan meminta kepadaku untuk mengakui bahwa aku punya hubungan dengan Amerika dan Yahudi dan memaksaku untuk menunjukkan data-data tentang Amerika dan Israel maka aku jawab: aku tidak tahu dimana Amerika dan Yahudi di Yaman. Mereka memukuli wajahku dan menendang seluruh tubuhku bahkan memukuliku dengan cambuk sampai hilang rasa sakit ditubuhku karena banyaknya pukulan yang telah aku terima! Juga memaksaku bermalam di tempat terbuka dan aku mendengar dari mereka penghinaan di luar yang aku bisa bayangkan serta menganggapku anteknya Amerika dan Yahudi !</p>
<p><em>Sumber berita dari Ma’rib Press dengan beberapa peringkasan.</em></p>
<p>—</p>
<p><span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Rabu, 3 Safar 1433 (28 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Hari berganti, tim Mediator telah mengusir dengan paksa orang-orang Rafidhah dari gunung Al-Masyrahah, Abdul-Karim dan Al-Wathon adapun di Al-Qunu’ mereka bersikeras tetap tinggal disana. Walaupun mereka bersikap keras, <em>ikhwah</em> Mujahidin di medan perang Kitaaf telah mendapatkan kemenangan yang sangat besar –</span><span style="font-size: small;"><em>segala puji dan ni’mah hanya dari Allah semata</em></span><span style="font-size: small;">– juga semoga Allah memberikan kebaikan kepada tim Mediator yang telah bekerja keras, suatu hal yang patut disyukuri. Juga peringatan bahwa perjanjian tersebut sangat rapuh karena Rafidhah dikenal dengan kedustaan dan penghianatannya. Juga dibutuhkan perhatian terhadap <em>ikhwah</em> yang terluka dan telah dibawa ke Shan’a, perhatian <em>ikhwah</em> yang dibutuhkan diantaranya :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Semoga Allah memberikan kebaikan kepada ikhwah yang telah mengirimkan hartanya untuk Mujahidin yang terluka, insya Allah sudah tepat pada tempatnya, walaupun masih belum cukup untuk kondisi sekarang dan Syaikh Yahya telah mewasiatkan untuk memberikan perhatian kepada Mujahidin yang terluka.</span></li>
<li><span style="font-size: small;"><em>Ikhwah</em> telah mengirimkan madu dalam jumlah yang cukup dan masih dalam perjalanan, ini sangat baik bagi yang sakit dan masih kami harapkan tambahan untuk itu.</span></li>
<li>
<span style="font-size: small;">Barang siapa yang berkehendak membantu <em>ikhwah</em> yang luka-luka, </span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah membalas kebaikan kepadanya</em></span><span style="font-size: small;">, terutama yang keadaannya sangat berbahaya sekali. Aku telah melihat luka-luka yang disebabkan tembakan senapan yang berkaliber besar menimbulkan lubang yang cukup dalam bahkan tampak tulang bagian dalamnya. Karena Rafidhah menggunakan peluru dengan kaliber besar, yang peluru tersebut meledak dan membakar tempat yang terkena. K</span><span style="font-size: small;">ami memohon keselamatan hanya kepada Allah</span><span style="font-size: small;">, kami menghimbau kepada <em>ikhwah</em> untuk memberikan perhatian yang besar kepada <em>ikhwah</em> yang terluka. S</span><span style="font-size: small;">emoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada anda sekalian. </span>
</li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;"><em>Sumber berita dari Al-Akh Kholid bin Muhammad Al-Ghurbany. </em></span></p>
<p>—</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Selasa, 2 Safar 1433 (27 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Hari ini dimulai dan tim Mediator telah melakukan kerja keras menghancurkan parit-parit pertahanan di gunung Al-Masyrohah dan Al-Qunu’, dan masih terus bekerja keras-</span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan, Allahlah yang tahu dengan niyat mereka</em></span><span style="font-size: small;">– dan para pelajar masih menunggu penghapusan blokade secara keseluruhan dan juga penghapusan Pos Pemeriksaan setelah Pos Khoniq sehingga orang-orang Rafidhah di Sha’dah seperti masyarakat yang lainnya, tidak ada bedanya dengan yang lainnya bahkan mereka adalah orang-orang yang hina karena bid’ah mereka. Juga urusan pemeriksaan diserahkan kepada pemerintah, mereka sama sekali tidak punya hak mengganggu seorang Ahlus Sunnah pun. Mereka harus keluar dari Dammaj bahkan dari kota Sha’dah. Kami masih senantiasa menunggu, apakah mereka memenuhi perjanjian yang telah dibuat dan kami menduga mereka akan melanggarnya karena hakekatnya, mereka adalah penipu, penghianat dan antek-anteknya Iran. Dan mereka sekarang menyesal karena telah mendapatkan kerugian dari sisi pemberitaan masyarakat tentang perbuatan mereka, ini semua karena karunia Allah semata. Pagi ini aku menghubungi Syaikh Yahya Al-Hajury, aku bertanya tentang kesehatan beliau, keadaan para pelajar juga Markaz, beliau menjawab bahwasanya mereka dalam keadaan baik-baik saja, kondisi disana juga baik-baik saja dan semua ini berkat karunia Allah semata. Beliau juga bertanya tentang keadaan <em>ikhwah</em> yang terluka, maka aku mengabarkan bahwa mereka kondisinya baik-baik saja dan mendapatkan perhatian yang baik. Pada kesempatan ini aku menghimbau kepada ikhwah sekalian untuk mengunjungi ikhwah yang terluka dan membantu mereka dengan memberikan motivasi juga bantuan berupa harta.</span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #0000ff;"><strong>Berita Dari Medan Perang Kitaf, Hari Selasa 2 Shofar 1433</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Tadi malam terjadi pertempuran yang sangat sengit, dan <em>ikhwah</em> Mujahidin terus maju ke depan, aku menghubungi mereka di medan perang dan mereka memohon doa dari kita, dan kita memohon kepada Allah kemenangan untuk mereka, mengokohkan kaki-kakinya dan mengampuni dosa-dosanya dan menolong mereka dalam menghadapi orang-orang zholim !</span></li>
<li>
<span style="font-size: small;">Pertempuran terus berlangsung sejak tadi malam, salah satu <em>ikhwah</em> telah meninggal mati syahid -insya Allah- </span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah menerimanya sebagai Syuhada’</em></span><span style="font-size: small;">– dan delapan orang terluka –</span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah menyegerakan kesembuhannya</em></span><span style="font-size: small;">– di pihak rofidhoh terbunuh sekitar 47 orang.</span>
</li>
<li>
<span style="font-size: small;">Orang-orang rofidhoh menyerang medan perang Kitaf dari sebelah kanan sehingga menyebabkan salah seorang Mujahidin dari Son’a yang bernama Husain Jusman terbunuh mati syahid (insya Allah) –</span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah mengampuninya dan juga kedua orang tuanya</em></span><span style="font-size: small;">– juga tiga orang terluka-</span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah menyegerakan kesembuhannya</em></span><span style="font-size: small;">-.</span>
</li>
<li>
<span style="font-size: small;">Pagi ini, orang-orang Rafidhah mengepung 10 orang mujahidin sehingga menyebabkan 2 orang Mujahidin meninggal karena luka-lakunya-</span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah menerimanya sebagai Syuhada’</em></span><span style="font-size: small;"> dan 3 orang terluka dengan luka-luka ringan dan menengah, dan mereka berhasil meloloskan diri dari pengepungan.</span>
</li>
</ul>
<p>—</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong style="font-size: small;">Senin, 1 Safar 1433 (26 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Hari terus berganti dan kedustaan terus menerus terjadi juga kebohongan tidak kalah pula dilakukan orang-orang Rafidhah, khususnya di media masa yang menyatakan bahwa blokade telah dihapuskan. Ini hanya sekedar berita dusta, semoga kematian Rafidhah semakin dekat, karena dusta adalah tali mereka yang pendek, dan pengaruh buruknya akan kembali kepada pelakunya. Tim Mediator menjadi kebingungan melihat tingkah laku Rafidhah, tetapi kenapa mereka meminta bantuan tim Mediator untuk menjadi perantara ? <em>Toh</em> pada akhirnya mereka melanggar perjanjian tersebut! Blokade terus berlangsung dan banyak bahan makanan yang telah dibawa masuk ke Dammaj, baik pembelian, penjualan atau pembagian akan tetapi melalui perantaraan tim Mediator. Bahan-bahan makanan ini masuk dalam jumlah besar, bahkan buah-buahanpun juga termasuk di dalamnya. Adapun pergi ke Sha’dah, pihak Rafidhah tetap berusaha menghalang-halangi para pelajar dengan meminta kartu identitas dan mempersulit ruang gerak mereka. Padahal penduduk kota masuk ke Dammaj dan membawa bahan-bahan makanan tanpa mendapat tekanan. Hari ini Husain Al-Ahmar datang ke Dammaj dengan orang-orang kabilah kemudian mendaki gunung Al-Barraqah dan menghancurkan parit-parit pertahanan orang-orang Rafidhah yang mereka buat sekitar dua hari ini, selama masa gencatan senjata. Juga telah mengusir dengan paksa orang Rafidhah dari gunung Al-Masyrahah, Al-Wathan dan An-Nuqu’, dan menghancurkan parit-parit pertahanan Rafidhah serta merusak karung-karung yang berisi pasir di gunung Al-Masyrohah. Pos Khaniq yang dikuasai Rafidhah, mereka ganti dengan orang-orang kabilah pengikut Husain Al-Ahmar, akan tetapi orang-orang Rafidhah masih membuat Pos Pemeriksaan dan meletakkannya setelah Pos Khoniq. Ini menunjukkan niat buruk mereka-</span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah menghinakannya</em></span><span style="font-size: small;">– melihat kondisi seperti ini maka <em>ikhwah</em> senantiasa dalam keadaan siap-siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang terjadi, dan keadaan di Wailah selalu mendatangkan kegembiraan dengan kemenangan yang terus menerus dan menjadi ladang pembantaian bagi Rafidhah.</span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #0000ff;"><strong>Berita Dari Medan Perang Kitaf, Senin 1 Safar 1433</strong></span></p>
<ul>
<li>
<span style="font-size: small;"><em>Ikhwah</em> Mujahidin berhasil mematahkan serangan Rafidhah di garis depan medan pertempuran-</span><span style="font-size: small;"><em>dengan karunia Allah</em></span><span style="font-size: small;">– dan membunuh tidak kurang dari 9 orang Rafidhah dan beberapa diantara mereka yang terluka.</span>
</li>
<li><span style="font-size: small;">Adapun yang terkait dengan ikhwah Mujahidin, tiga orang diantara mereka terluka dengan luka yang sedang-sedang saja, terkena pecahan peluru mortar. </span></li>
<li><span style="font-size: small;">Juga pada hari ini telah datang rombongan mujahidin Ahlus Sunnah dan <em>ikhwah</em> dari kabilah Yaman dalam jumlah yang sangat banyak dari warga Hadramaut juga dari daerah yang lainnya dalam rangka menolong saudara-saudaranya dan membuka blokade di Dammaj.</span></li>
<li>
<span style="font-size: small;">Hari ini juga terjadi pertemuan dengan tawanan-tawanan Rafidhah, dan dilemparkan kepada mereka beberapa pertanyaan yang penting. Diantaranya pernyataannya, mereka mengkafirkan Ahlus Sunnah di Dammaj. Bahwasanya mereka adalah orang-orang murtad, wajib untuk diperangi, juga Al-Qur’an telah dirubah oleh Abu Bakar dan Umar kemudian mereka bakar. Ttawanan ini mengatakan berperang di pihak Rafidhah itu bukan menjadi keinginan mereka akan tetapi mereka dipaksa berperang oleh orang-orang Hutsy. Allah yang lebih mengtahui</span><span style="font-size: small;"> niat mereka<em>.</em></span>
</li>
<li>
<span style="font-size: small;">Ikhwah Mujahidin di Kitaaf mendapatkan dua mayat diantara mayat-mayat Rafidhah, salah satunya seorang ahli militer (instruktur militer) dari Iran dan yang kedua, mayat seorang dokter dengan kewarga-negaraan yang sama-</span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah memerangi mereka, orang-orang najis tersebut</em></span><span style="font-size: small;">– maka orang-orang rofidhoh menjadi gila dan berusaha mengambil paksa mayat-mayat tersebut dengan segala cara, sehingga kemarin, mereka mengumpulkan pasukannya dengan jumlah yang besar untuk mengambil paksa mayat-mayat tersebut akan tetapi singa-singa Ahlu Sunnah menghadang mereka kemudian mematahkan serangannya dan menimpakan kerugian yang sangat besar kepada mereka, </span><span style="font-size: small;"><em>segala sanjungan hanya milik Allah semata</em></span>
</li>
</ul>
<p>—</p>
<p><span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Ahad, 30 Muharram 1433 (25 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Berita Dari Medan Perang Wailah</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;">Salah seorang pemimpin besar Hutsy telah terbunuh, tatkala mereka mengadakan serangan mendadak ke markaz Ahlu Sunnah yang kemudian memaksa mujahidin membalas serangan tersebut, akhirnya banyak orang-orang Rafidhahyang terbunuh, dan Alhamdulillah tidak ada seorangpun ikhwah terluka atau terbunuh.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Diantara pernyatan <em>mujahidin</em>, mereka tidak akan menghentikan perang melawan Hutsy, adapun perdamaian yang telah terjadi di Dammaj itu hanya sekedar tulisan di kertas saja, karena mereka tahu tentang kedustaan orang-orang hutsy. </span></li>
<li>
<span style="font-size: small;">Syaikh Abu Hasan Al-Hajaajy mengatakan: “Kami akan terus disini dan akan meneruskan perjuangan ini, tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi kami-</span><span style="font-size: small;"><em>dengan ijin Allah</em></span><span style="font-size: small;">– sampai orang-orang rofidhoh keluar dari Yaman karena mereka selalu melanggar perjanjian tidak ada lagi tempat bagi mereka, orang-orang yang menghina Ummul-Mu’minin dan tidak mungkin diam dengan mereka, sedangkan mereka memblokade anak-anak dan wanita”. </span>
</li>
<li><span style="font-size: small;">Abu Al-Fath mengatakan : “Syarat-syarat orang-orang Rafidhah setiap hari bertambah, kami tidak peduli dengan syarat-syarat rofidhoh sampai mereka menghentikan kezholimannya, kami tidak akan berhenti selama-lamanya, perdamaian hanya sekedar tipu-daya mereka saja, telah terbunuh lebih dari seribu orang-orang Rafidhah dan kemarin telah terbunuh salah seorang pembesar Rafidhah”.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: small;"><em>Berita ini di nukil oleh : Al-Akh Kholid Al-Ghurbany-semoga Allah memberikan taufik kepadanya-</em></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: small;"><em>Alhamdulillah</em>, orang-orang Hutsy telah berhasil dikalahkan di medan perang bagian depan. Sementara peluru mortar dan RPG terus berjatuhan di mana-mana, di medan perang bagian belakang.</span></li>
<li>
<span style="font-size: small;">Syaikh Al-Fadhil Abdurrazaq An-Nahby menyampaikan kalimatnya dan menghasung <em>ikhwah</em> untuk berjihad dan menjelaskan tentang keutamaanya, juga keutamaan menghancurkan kezholiman dan kebiadapan orang-orang Rafidhah, serta menjelaskan bahwa kemenangan yang Allah berikan tujuannya untuk mengokohkan Mujahidin. </span><span style="font-size: small;">Dan sebagian para Masyaikh (semoga Allah membalas kebaikan mereka) juga mengadakan kunjungan ke parit-parit perlindungan dan meneguhkan mujahidin serta menanyakan kepada mereka tentang kondisi medan perang. </span>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-size: small;"><strong>و ما رميت اذ رميت ولكن الله ورمى<br>
</strong></span></span><span style="font-size: small;">(</span><span style="font-size: small;"><em>dan bukan kamu yang menembak ketika menembak akan tetapi Allah-lah yang menembak</em></span><span style="font-size: small;">),<br>
Allahu Akbar !! Allahu Akbar !! Allahu Akbar !! setengah jam yang lalu, singa-singa Ahlus Sunnah di wilayah Al-Qit’ah (dekat dengan Kitaaf) telah berhasil menghancurkan tank milik Rafidhah dan kembali ke markaz mereka dengan selamat. </span><span style="font-size: small;"><em>Ya Allah segala puji dan sanjungan hanya milik-Mu dan jadikan orang-orang rofidhoh, majusi dan perpanjangan tangan Iran selalu diliputi kekalahan dan ketakutan dan jadikanlah persenjataan mereka sebagai ghonimah bagi Ahlu Sunnah dan biarkanlah mereka menggali kuburan mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri !! </em></span>
</li>
<li>
<span style="font-size: small;">Kabar gembira !! dengan karunia Allah telah terbunuh salah seorang komandan besar Rafidhah yang bernama Abu Husain di Kitaaf, juga telah terbunuh Abu Thaha. Yang nomor dua ini, salah satu penjahat besar Rafidhah dan pemimpin Hutsy di daerah Sufyan. Hari ini Rafidhah di Sha’dah melolong, menangis dan memperdengarkan Al-Qur’an di Masjid Jami’ Al-Hady dengan suara yang keras juga menyebarkan gambar-gambar penjahat ini (Abu Thaha). Hari ini adalah hari berkabung dan hari kesedihan mereka-</span><span style="font-size: small;"><em>semoga Allah menambahkan musibah kepada mereka dan menghindarkan Ahlus Sunnah dari segala keburukan. </em></span>
</li>
<li>
<span style="font-size: small;">Abu Thaha termasuk diantara 24 orang yang terbunuh dari kalangan Rafidhah. Maka orang-orang rofidhoh mengadakan serangan untuk mengambil mayat-mayat mereka akan tetapi malah terbunuh 6 orang dari mereka, diantaranya seorang komandan perang mereka yang bernama Abu Thalib. Mereka hendak mengambil kembali mayat-mayat teman-temannya malah sekarang terbunuh pula komandannya, </span><span style="font-size: small;"><em>Ya Rabby segala pujian hanya milik-Mu</em></span>
</li>
</ul>
<p><span style="font-size: small;"><em>Berita ini di nukil dari FB Syaikh Abdurroman Al-‘Arrumy. </em></span></p>
<p><span style="font-size: small; color: #ff0000;"><strong>Sabtu, 29 Muharram 1433 (24 Desember 2011)</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Hari ini terjadi komunikasi antara Syaikh Yahya denga Husain Al-Ahmar dan Syaikh Yahya menyatakan kepada Husain bahwasanya syarat-syarat yang telah disepakati sampai sekarang belum dilaksanakan! Husain Al-Ahmar menjanjikan hari akan segera dilaksanakan. Siang hari ini, telah datang ke Dammaj Husain bin Abdullah Al-Ahmar, Qohthon bin Abdullah Al-Ahmar, Gubernur propinsi Sha’dah Faris Mana’, Syaikh Rabi’ Jurman, Syaikh ‘Arif Syuwaith, mereka diterima Syaikh Yahya dan para pembesar Dammaj dan Syaikh Yahya mengtakan : orang-orang Syi’ah sampai sekarang belum meninggalkan gunung Al-Barraqah, bahkan mereka membuat parit perlidungan baru!! Maka Husain menjawab : “Dia yang akan menjamin orang-orang Hutsy akan meninggalkan gunung dengan syarat :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Orang-orang Dammaj juga tidak boleh membuat parit pertahanan baru.</span></li>
<li>
<span style="font-size: small;">Orang-orang Dammaj tidak boleh menyerang orang-orang Hutsy </span><span style="font-size: small;">padahal</span><span style="font-size: small;"> mereka dalam kondisi mempertahankan diri, maka Syaikh Yahya menjawab: yang diserang itu adalah penduduk Dammaj dan mereka dalam posisi mempertahankan diri, sebelumnya, juga di masa yang akan dat</span><span style="font-size: small;">a</span><span style="font-size: small;">ng</span><span style="font-size: small;">mereka tidak pernah menyerang kelompok yang lainnya !!</span>
</li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;">Syaikh Yahya dan para pembesar Dammaj mensyaratkan kepada tim Mediator :</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size: small;">Kebebasan bergerak bagi penduduk Dammaj.</span></li>
<li><span style="font-size: small;">Dibolehkannya rombongan Kabilah Ahlus Sunnah dengan seluruh pasukannya masuk ke Dammaj. Pihak Mediator mensyaratkan, rombongan kabilah boleh masuk tapi hanya membawa senjata pribadi/ringan saja !!!</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size: small;">Hari ini telah masuk ke Dammaj bahan-bahan makanan juga sejumlah tabung gas, dan pada waktu Maghrib tim Mediator menarik pasukan Hutsy dari gunung Al-Masyrahah dan menghilangkan sebagian parit perlindungan. Adapun pos Khaniq sudah diserahkan kepada orang-orang yang telah ditetapkan tim Mediator !</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: small;"><strong>Tipu Daya, Makar Ddan Pengkhianatan Rafidhah!</strong></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Blokade terus berlangsung, orang-orang Hutsy masih berada di gunung Al-Masyrahah bahkan mereka membuat parit-parit pertahanan dengan cepat sepanjang malam dan tim Mediator menyaksikan kondisi seperti ini dan sama sekali tidak bergerak, ini menunjukkan adanya makar yang dibuat oleh orang-orang yang zhalim dan mereka tidak menghendaki kecuali penghianatan, </span></p>
<p style="font-size: 18px; text-align: right;">وَإِنْ يُرِيدُوا خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ</p>
<p>.<br>
<span style="font-size: small;"><em>Tetapi jika mereka hendak menghianatimu maka sesungguhnya mereka sebelumnya telah menghianati Allah kemudian Allah menguasakan mereka kepadamu.</em></span><span style="font-size: small;"> (At-Taubat : 71)</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Maka cukuplah Allah sebagai Pelindung dan Penolong kami</span></p>
<p style="font-size: 18px; text-align: right;">وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ</p>
<p><span style="font-size: small;"><em>Dan jika mereka hendak menipumu, maka cukupla Allah sebagai (pelindung) bagimu, Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertongan-Nya dan dengan(dukungan) orang yang beriman.</em></span><span style="font-size: small;"> (At-Taubah : 62)</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Aku mengira ada konspirasi jahat yang sangat besar , dan bayak sekali makar terhadap Ahlus Sunnah akan tetapi :</span></p>
<p style="font-size: 18px; text-align: right;">وَيَمكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ</p>
<p><span style="font-size: small;"><em>Mereka hendak berbuat makar maka Allah membalas makar mereka dan Allah sebaik-baik Dzat yang membalas makar.</em></span></p>
<p><span style="font-size: small;">Blokade terus berjalan, konspirasi jahat juga terus ada, makarpun juga terus berlanjut ! cukuplah Allah sebagai Pelindung dan Penolong bagi kami !</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kami memohon kepada seluruh Ahlus Sunnah di Yaman dan yang lainnya untuk bangkit menolong Dammaj dengan harta dan jiwanya!!</span></p>
<p>—</p>
<p>Penyusun: Ustadz Abu Sa’ad M.Nur Huda, MA.<br>
Artikel <a href="https://muslim.or.id">Muslim.Or.Id</a></p>
 