
<h4 class="western" align="justify">
<span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>Sifat-Sifat (Bentuk atau Gambaran) </b></span></span><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><i><b>“Ash-Shirath”</b></i></span></span>
</h4>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Hadits-hadits Nabi </span><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="en-US">telah menunjukkan sifat (gambaran) </span><span lang="en-US"><i>ash-shirath </i></span><span lang="en-US">dengan sifat yang cukup banyak. Sifat-sifat </span><span lang="en-US"><i>ash-shirath </i></span><span lang="en-US">tersebut termasuk dalam perkara ghaib yang tidak mungkin diketahui oleh manusia kecuali melalui jalan wahyu. Di antara dalil yang menggambarkan tentang </span><span lang="en-US"><i>ash-shirath </i></span><span lang="en-US">antara lain:</span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Dari Abu Sa’id Al-Khudhri </span><span lang="en-US"><i>radhiyallahu ‘anhu, </i></span><span lang="en-US">dalam sebuah potongan hadits yang panjang, beliau menceritakan bahwa Rasulullah </span><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="en-US">bersabda,</span></p>
<p align="center">…<span lang="ar-SA">ثُمَّ يُؤْتَى بِالْجَسْرِ فَيُجْعَلُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ </span>“<span lang="ar-SA">، قُلْنَا</span>: <span lang="ar-SA">يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الجَسْرُ؟ قَالَ</span>: ” <span lang="ar-SA">مَدْحَضَةٌ مَزِلَّةٌ، عَلَيْهِ خَطَاطِيفُ وَكَلاَلِيبُ، وَحَسَكَةٌ مُفَلْطَحَةٌ لَهَا شَوْكَةٌ عُقَيْفَاءُ، تَكُونُ بِنَجْدٍ، يُقَالُ لَهَا</span>: <span lang="ar-SA">السَّعْدَانُ</span> …</p>
<p class="western" align="justify">“ … <span lang="en-US"><i>kemudian didatangkanlah jembatan, dan dibentangkan di antara dua punggung neraka jahannam. Kami (para sahabat) bertanya,’Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk jembatan itu?’ Rasulullah menjawab,’(Jembatan itu) licin dan menggelincirkan. Di atasnya terdapat besi-besi pengait (semacam jangkar, pen.) dan kawat berduri yang ujungnya bengkok. Ia bagaikan pohon berduri di daerah Najd, dikenal dengan pohon Sa’dan … “.</i></span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Abu Sa’id Al-Khudhri </span><span lang="en-US"><i>radhiyallahu ‘anhu</i></span><span lang="en-US"> kemudian berkata,</span></p>
<p style="text-align: right;" align="center"><span lang="ar-SA">بَلَغَنِي أَنَّ الْجِسْرَ أَدَقُّ مِنَ الشَّعْرَةِ، وَأَحَدُّ مِنَ السَّيْفِ</span></p>
<p class="western" align="justify">“<span lang="en-US"><i>Telah sampai (berita) kepadaku bahwa shirath itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang.” </i></span><span lang="en-US"><b>[1]</b></span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Dari Hudzaifah </span><span lang="en-US"><i>radhiyallahu ‘anhu, </i></span><span lang="en-US">Nabi </span><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="en-US">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: right;" align="center"><span lang="ar-SA">وَفِي حَافَتَيِ الصِّرَاطِ كَلَالِيبُ مُعَلَّقَةٌ مَأْمُورَةٌ بِأَخْذِ مَنِ اُمِرَتْ بِهِ، فَمَخْدُوشٌ نَاجٍ، وَمَكْدُوسٌ فِي النَّارِ</span></p>
<p class="western" align="justify">“<span lang="en-US"><i>Di kedua sisi shirath terdapat besi pengait yang digantungkan, dan diperintahkan untuk mengait siapa saja yang diperintahkan kepadanya. Maka ada yang terpeleset, namun dia selamat. Dan ada pula yang terjungkir masuk ke dalam neraka.” </i></span><span lang="en-US"><b>[2]</b></span></p>
<p class="western" style="text-align: left;" align="justify"><span lang="en-US">An-Nawawi </span><span lang="en-US"><i>rahimahullah </i></span><span lang="en-US">menjelaskan hadits di atas,</span></p>
<p class="western" style="text-align: right;" align="justify"><span lang="ar-SA">معناه أنهم ثلاثة أقسام قسم يسلم فلا يناله شئ أصلا وقسم يخدش ثم يرسل فيخلص وقسم يكردس ويلقى فيسقط في جهنم</span></p>
<p class="western" align="justify">“<span lang="en-US"><i>Maknanya, terdapat tiga golongan manusia. Pertama, mereka yang selamat, tidak terkena (tidak disambar) besi pengait sama sekali. Ke dua, mereka yang terpeleset disambar besi pengait, kemudian dilepas lagi dan dibebaskan (selamat). Ke tiga, mereka yang terjungkir, dilemparkan, dan jatuh ke dalam neraka jahannam.” </i></span><span lang="en-US"><b>[3]</b></span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Dari Abu Hurairah </span><span lang="en-US"><i>radhiyallahu ‘anhu, </i></span><span lang="en-US">Rasulullah </span><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="en-US">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: right;" align="center"><span lang="ar-SA">وَبِهِ كَلالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ، أَمَا رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ؟ </span>” <span lang="ar-SA">قَالُوا</span>: <span lang="ar-SA">بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ</span>: ” <span lang="ar-SA">فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ، غَيْرَ أَنَّهَا لاَ يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ</span></p>
<p class="western" align="justify">“<span lang="en-US"><i>Pada jembatan itu terdapat besi-besi pengait seperti duri pohon Sa’dan. Pernahkah kalian melihatnya?” Para sahabat menjawab,”Pernah wahai Rasulullah”’ Rasulullah bersabda,”Maka ia seperti duri pohon Sa’dan. Hanya saja, tidak ada yang mengetahui ukuran (besarnya) kecuali Allah.” </i></span><span lang="en-US"><b>[4]</b></span><i> </i></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Dari dalil-dalil di atas, dapat dikatakan bahwa </span><span lang="en-US"><i>ashi-shirath </i></span><span lang="en-US">memiliki gambaran berikut ini:</span></p>
<ol>
<li>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US"><i>Shirath </i></span><span lang="en-US">dibentangkan di atas neraka jahannam.</span></p>
</li>
<li>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Licin, sehingga dapat menggelincirkan kaki manusia dan membuat jatuh (ke dalam neraka).</span></p>
</li>
<li>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Di kedua sisinya terdapat besi pengait (semacam jangkar) dan duri. Tidak ada yang mengetahui besarnya, kecuali Allah Ta’ala.</span></p>
</li>
<li>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Lebih lembut dari rambut, namun lebih tajam dari pedang. </span><span lang="en-US"><b>[5]</b></span></p>
</li>
</ol>
<h4 class="western" align="justify">
<span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><b>Kegelapan pada Saat Melintasi </b></span></span><span style="color: #ff0000;"><span lang="en-US"><i><b>Ash-Shirath</b></i></span></span>
</h4>
<p class="western" align="justify"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Pada hari kiamat, setelah manusia dihisab dan ditimbang amal perbuatannya, Allah Ta’ala membentangkan </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>ash-shirath </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">di atas neraka jahannam dalam kondisi yang gelap gulita. Maka manusia melintas di atas </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shirath </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">sesuai dengan cahaya yang diberikan kepadanya. </span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify">Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p style="text-align: right;" align="center"><span lang="ar-SA">يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ </span>(12) <span lang="ar-SA">يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ </span>(13) <span lang="ar-SA">يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّى جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada meraka), “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.”</i></span></span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.” Dikatakan (kepada mereka), “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu diadakan di antara mereka (yaitu orang mukmin dan orang muafik) dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya (yang menghadap orang mukmin) ada rahmat dan di sebelah luarnya (yang menghadap orang munafik) dari situ ada siksa.</i></span></span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata, “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah. Dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu.”</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> (QS. Al-Hadiid [57]: 12-14)</span></span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Orang-orang yang beriman diberi cahaya yang menerangi mereka pada saat melintasi </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shirath. </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Terangnya cahaya yang mereka miliki akan sesuai dengan amal mereka masing-masing. Adapun orang-orang munafik, mereka tidaklah diberi cahaya. Sehingga mereka pun jatuh ke dalam neraka jahannam. </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>[6]</b></span></span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Ibnu Katsir </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>rahimahullah </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">berkata ketika menjelaskan ayat di atas,</span></span></p>
<p style="text-align: right;" align="center"><span lang="ar-SA">يَقُولُ تَعَالَى مُخْبَرًا عَنِ الْمُؤْمِنِينَ الْمُتَصَدِّقِينَ أَنَّهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ فِي عَرَصَاتِ الْقِيَامَةِ، بِحَسَبِ أَعْمَالِهِمْ كَمَا قَالَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى</span>: <span lang="ar-SA">يَسْعى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ قَالَ</span>: <span lang="ar-SA">عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ يَمُرُّونَ عَلَى الصِّرَاطِ، مِنْهُمْ مَنْ نُورُهُ مِثْلُ الْجَبَلِ، وَمِنْهُمْ مَنْ نُورُهُ مِثْلُ النَّخْلَةِ وَمِنْهُمْ مَنْ نُورُهُ مِثْلُ الرَّجُلِ الْقَائِمِ، وَأَدْنَاهُمْ نُورًا مَنْ نُورُهُ فِي إِبْهَامِهِ يَتَّقِدُ مَرَّةً ويطفأ مرة، وَرَوَاهُ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ وَابْنُ جَرِيرٍ</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Allah Ta’ala mengabarkan tentang orang-orang yang beriman bahwasannya pada hari kiamat mereka memiliki cahaya yang bersinar di hadapan mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka. Tentang firman Allah Ta’ala (yang artinya),’sedang cahaya mereka bersinar di hadapan mereka’, Abdullah bin Mas’ud berkata, ’Mereka melintasi shirath sesuai dengan amal perbuatan mereka. Di antara mereka ada yang memiliki cahaya sebesar gunung, ada yang memiliki cahaya seperti pohon kurma, dan ada pula yang memiliki cahaya seperti (setinggi) seorang laki-laki yang berdiri tegak. Orang yang paling rendah adalah yang memiliki cahaya pada ibu jari mereka, terkadang bersinar dan terkadang cahaya tersebut padam.’ Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Jarir.” </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>[7]</b></span></span></p>
<p class="western" lang="en-US" align="justify">Adh-Dhahak berkata,</p>
<p style="text-align: right;" align="center"><span lang="ar-SA">ليس أحد إِلَّا يُعْطَى نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَإِذَا انْتَهَوْا إِلَى الصِّرَاطِ طُفِئَ نُورُ الْمُنَافِقِينَ، فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ الْمُؤْمِنُونَ أَشْفَقُوا أَنْ يُطْفَأَ نُورُهُمْ كَمَا طُفِئَ نُورُ الْمُنَافِقِينَ فَقَالُوا</span>: <span lang="ar-SA">رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نورنا</span></p>
<p class="western" align="justify"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Tidak ada seorang pun, melainkan (pasti) diberikan cahaya pada hari kiamat. Maka ketika mereka sampai ke shirath, padamlah cahaya yang dimiliki oleh orang-orang munafik. Maka ketika orang-orang mukmin melihat hal itu, mereka khawatir kalau cahaya mereka juga ikut padam sebagaimana cahaya orang-orang munafik. Orang-orang mukmin pun berdoa,’Wahai Rabb kami, sempurnakanlah cahaya kami.” </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>[8].</b></span></span><i></i></p>
<p class="western" align="justify"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>[Bersambung]</b></span></span></p>
<p class="western" align="justify">***</p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US">Dis</span><span lang="id-ID">elesai</span><span lang="en-US">kan</span><span lang="id-ID"> menjelang</span><span lang="en-US"> dzuhur</span><span lang="id-ID">, Sint-Jobskade Rotterdam NL, </span><span lang="en-US">Ahad 5</span><span lang="id-ID"> Dzulhijah 1436</span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left">Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,</p>
<p class="western" align="justify"><span lang="id-ID">Penulis:</span><span lang="id-ID"><b> M. Saifudin Hakim</b></span></p>
<p class="western" align="justify">___</p>
<h5 class="western" lang="en-US" align="justify"><b>Catatan kaki:</b></h5>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US"><b>[1] </b></span><span lang="en-US">HR. Muslim no. 183.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US"><b>[2] </b></span><span lang="en-US">HR. Muslim no. 195.</span><b> </b></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US"><b>[3] </b></span><span lang="en-US"><i>Syarh Shahih Muslim, </i></span><span lang="en-US">3/29.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US"><b>[4] </b></span><span lang="en-US">HR. Bukhari no. 6573.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US"><b>[5] </b></span><span lang="en-US">Bagian ini diterjemahkan dengan beberapa penambahan dari kitab </span><span lang="en-US"><i>Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut: Masaail wa Dalaail, </i></span><span lang="en-US">karya Ahmad bin Muhammad bin Shadiq An-Najar, Daar An-Nashihah, Madinah KSA, cetakan pertama, tahun 1434, hal. 241-242.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US"><b>[6] </b></span><span lang="en-US">Lihat </span><span lang="en-US"><i>Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, </i></span><span lang="en-US">2/736 karya Syaikh Shalih Alu Syaikh.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US"><b>[7] </b></span><span lang="en-US"><i>Tafsir Ibnu Katsir,</i></span><span lang="en-US"> 8/15.</span></p>
<p class="western" align="justify"><span lang="en-US"><b>[8] </b></span><span lang="en-US"><i>Tafsir Ibnu Katsir,</i></span><span lang="en-US"> 8/15.</span></p>
<p class="western" align="justify">Artikel Muslimah.or.id</p>
<p class="western" align="justify">[serialposts]</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 