
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Bagaimana mengetahui keadaan kita sudah suci dari haid. Apakah boleh menunda bersuci dari haid sampai sore (magrib) tiba, padahal sudah suci saat zuhur atau asar?</p>
<p><em>Lina (lina**@***.com)</em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Cara mengetahui masa suci <strong>haid</strong> ada dua:</p>
<p><em><strong>Pertama</strong></em>, terputusnya darah dan tempat keluarnya darah telah kering. Dalam konidisi ini, andaikan wanita tersebut memasukkan kapas atau semacamnya ke tempat keluarnya haid, kemudian dikeluarkan dalam keadaan <strong>bersih dan tidak ada bekas</strong> darah, cairan kekuningan, atau pun cairan kecoklatan.</p>
<p>Imam Al-Bukhari membuat satu bab dalam masalah ini dalam kitab<em> Shahih</em>-nya. Dalam bab tersebut, beliau membawakan atsar, “<em>Dahulu para wanita menemui Aisyah dengan membawa tas kecil berisi kapas yang ada shufrahnya. Kemudian Aisyah mengatakan, ‘Jangan terburu-buru, sampai kalian melihat al-qashshah al-baidha’</em>.” Al-Bukhari mengatakan, “Maksud Aisyah adalah suci dari haid.”</p>
<p><em><strong>Kedua</strong></em>, keluarnya cairan putih (<em>al-qushshah al-baidha’</em>). Sebagian wanita tidak melihat cairan ini sama sekali.</p>
<p><strong>Disadur dari <em>www.islamqa.com</em>, dengan beberapa penambahan dari <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">Ustadz Ammi Nur Baits</a> (Dewan Pembina <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">Konsultasi Syariah.com</a>).</strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 