
<p><strong>Bab II</strong><br>
<strong>Sebab-Sebab yang Menjadikan </strong><strong>Penghuni Kubur Diadzab</strong></p>
<p><strong>Sebab-Sebab Adzab Kubur Secara Terperinci</strong><br>
<strong>9. Berbohong</strong><br>
Di dalam hadits Samurah bin Jundub pula, diungkapkan di dalam hadits tersebut bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p><strong>فَانْطَلَقْنَا، فَأَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُسْتَلْقٍ لِقَفَاهُ، وَإِذَا آخَـرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِكَلُّوبٍ مِنْ حَدِيدٍ، وَإِذَا هُوَ يَأْتِـي أَحَدَ شِقَّيْ وَجْهِهِ فَيُشَرْشِرُ شِدْقَهُ إِلَى قَفَـاهُ، وَمَنْخِرَهُ إِلَى قَفَـاهُ، وَعَيْنَهُ إِلَى قَفَاهُ ثُمَّ يَتَحَوَّلُ إِلَى الْجَـانِبِ اْلآخَرِ فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا</strong> <strong>فَعَلَ بِالْجَانِبِ اْلأَوَّل،ِ فَمَـا يَفْرُغُ مِنْ ذَلِكَ الْجَانِبِ حَتَّى يَصِحَّ ذَلِكَ الْجَانِبُ كَمَا كَانَ ثُمَّ يَعُودُ عَلَيْهِ فَيَفْعَلُ مِثْلَ مَا فَعَلَ الْمَرَّةَ اْلأُولَى.</strong></p>
<p>“<em>Lalu kami pun pergi dan menjumpai seseorang yang sedang berbaring bersama  seseorang yang berdiri dengan membawa besi yang bengkok ujungnya, kemudian dia datang ke salah satu sisi wajahnya dan merobek satu sisi mulutnya sampai ke tengkuknya, hidungnya sampai ke tengkuk, juga kedua matanya sampai ke tengkuk. Kemudian dia pindah ke sisi yang lain dan melakukan apa yang telah ia lakukan pada yang pertama kali, dia tidak berhenti dari sisi tersebut sebelum sisi itu sehat seperti semula, kemudian dia kembali kepadanya dan melakukan apa yang ia lakukan pertama kali</em>.”<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></p>
<p><strong>(</strong><strong>الْكَلُّوْبُ)</strong> maknanya adalah besi bengkok yang digunakan untuk mencongkel sesuatu atau menggantungkannya.</p>
<p><strong>(</strong><strong>يُشَرْشِرُ)</strong> maknanya adalah memutuskan.</p>
<p>Kemudian hadits tersebut dijelaskan di dalam perkataan kedua Malaikat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadits berikutnya:</p>
<p><strong>وَأَمَّا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتَ عَلَيْهِ يُشَـرْشَرُ شِدْقُهُ إِلَى قَفَاهُ، وَمَنْخِرُهُ إِلَى قَفَاهُ، وَعَيْنُهُ إِلَى قَفَاهُ، فَإِنَّهُ الرَّجُلُ يَغْدُو مِنْ بَيْتِهِ فَيَكْذِبُ الْكَذْبَةَ تَبْلُغُ اْلآفَاقَ.</strong></p>
<p>“<em>Adapun orang yang kamu datangi merobek sisi mulutnya sampai tengkuk, hidung sampai tengkuk dan kedua matanya sampai tengkuk pula adalah orang yang pergi dari rumahnya pada pagi hari lalu dia melakukan kebohongan setinggi langit</em>.”</p>
<p>Di dalam riwayat yang lain:</p>
<p><strong>أَمَّا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِـدْقُهُ فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ اْلآفَاقَ، فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.</strong></p>
<p>“<em>Adapun orang yang mulutnya dirobek adalah seorang pembohong yang berbicara dengan kebohongannya setinggi langit, lalu dia disiksa seperti itu sampai hari Kiamat</em>.”<a href="#_ftn2" name="_ftnref2">[2]</a></p>
<p>Benarlah apa yang diungkapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:</p>
<p><strong>وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ.</strong></p>
<p>“<em>Dan sesungguhnya kebohongan itu mengantarkan seseorang kepada sebuah kemaksiatan dan kemaksiatan mengantarkan seseorang kepada Neraka</em>.”<a href="#_ftn3" name="_ftnref3">[3]</a></p>
<p>Ini adalah balasan dari perbuatan dusta di dalam <em>Barzakh</em>.</p>
<p>Ibnul ‘Arabi rahimahullah berkata, “Mulut pembohong yang dirobek merupakan sebuah siksaan atas perbuatan maksiat, demikianlah siksa akhirat yang akan ditimpakan kepadanya yang berbeda dengan siksa dunia.</p>
<p>[Disalin dari <em>Al-Qabru ‘Adzaabul Qabri…wa Na’iimul Qabri Penulis</em> Asraf bin ‘Abdil Maqsud bin ‘Abdirrahim  <em>Judul dalam Bahasa Indonesia </em><strong>KUBUR YANG MENANTI Kehidupan Sedih dan Gembira di Alam Kubur </strong><em>Penerjemah </em>Beni Sarbeni <em>Penerbit  </em><strong>PUSTAKA IBNU KATSIR]</strong><br>
______<br>
Footnote<br>
<a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Sudah terdahulu takhrijnya.<br>
<a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Al-Bukhari, kitab <em>al-Janaa-iz </em>(no. 1386), bab (93).<br>
<a href="#_ftnref3" name="_ftn3">[3]</a> Bagian dari hadits Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, kitab <em>al-Adab</em>, bab firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:<br>
<strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ</strong><br>
<em>“Hai </em><em>orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”</em> (no. 6094), Muslim, kitab <em>al-Birr wash Shilah</em>, bab <em>Qabhul Kadzib wa Husnush </em><em>Shadaq wa Fadhluhu</em> (no. 2607 (133)).</p>
 