
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/55951-ayat-ayat-shiyam-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Ayat-Ayat Shiyam (Bag. 1)</a></span></strong></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Tafsir QS. al-Baqarah ayat 184</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” </span><b>[QS. al-Baqarah: 184]</b></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Makna Ayat</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Puasa ini diwajibkan atas kalian, wahai orang-orang beriman, hanya pada hari-hari yang berbilang, yang masanya dapat dihitung, yaitu di hari-hari bulan Ramadhan. Apabila di antara kalian ada yang sakit, bersafar, kemudian tidak berpuasa, maka dia berkewajiban mengqadha puasa yang ditinggalkannya di hari-hari yang lain (di luar bulan Ramadhan). Dan setiap orang yang mampu berpuasa, namun tidak menunaikannya, berkewajiban menyerahkan fidyah berupa makanan kepada seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya. Apabila seseorang mengetahui kebaikan yang terdapat dalam ibadah puasa, sungguh dia tidak akan meremehkannya [Tafsir Ibnu Jarir 3/156-186; Tafsir Ibnu Katsir 1/498-500; Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 31/250; Tafsir Ibnu Utsaimin – al-Fatihah wa al-Baqarah – 2/320-324].  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketentuan yang disebutkan dalam ayat ini telah dianulir (</span><i><span style="font-weight: 400;">mansukh</span></i><span style="font-weight: 400;">). Tatkala Allah menetapkan kewajiban berpuasa di awal perkembangan Islam, umat muslim diberi pilihan antara melaksanakan puasa dan memberi makan orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Apabila dia memilih berpuasa, sungguh hal itu lebih baik baginya. Kemudian Allah Ta’ala menghapus opsi tersebut bagi orang yang mampu berpuasa dengan firman-Nya,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” </span><b>[QS. al-Baqarah: 185]</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, kewajiban berpuasa ditetapkan bagi orang yang mampu menjalankan. Sedangkan bagi orang yang tidak mampu menjalankannya, dia boleh berbuka dan berkewajiban memberi makan orang miskin [An-Nasikh wa al-Mansukh hlm. 26; Syarh Umdah al-Fiqh – kitab ash-Shiyam- karya Ibnu Taimiyah 1/262-264; Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 31/250; Tafsir Ibnu Katsir 1/499-500]. </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/56234-petugas-medis-covid19-puasa-ramadhan.html" data-darkreader-inline-color="">Bolehkah Petugas Medis Covid19 yang Memakai APD Tidak Berpuasa Ramadhan?</a></strong></p>
<p><span style="font-size: 21pt;"><b>Faidah-Faidah Ayat</b></span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Pada firman Allah Ta’ala (yang artinya), “</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin</span></i><span style="font-weight: 400;">”, terdapat penetapan bahwa penyaluran fidyah hanya diberikan kepada orang miskin, sehingga berbeda dengan penyaluran zakat [Al-Iklil hlm. 39].</span>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">Terdapat perbedaan tingkatan dalam amal berlandaskan firman Allah (yang artinya), “</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui</span></i><span style="font-weight: 400;">”. Tentunya perbedaan tingkatan dalam suatu amal melazimkan adanya perbedaan kedudukan pelakunya di sisi Allah [Tafsir Ibnu Utsaimin – al-Fatihah wa al-Baqarah – 2/330]. </span>
</li>
</ol>
<p><span style="font-size: 21pt;"><b>Aspek Balaghah pada Ayat</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Firman Allah “</span><b>أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ</b><span style="font-weight: 400;">” diungkapkan dengan kata “</span><b>أَيَّام</b><span style="font-weight: 400;">” yang merupakan bentuk </span><i><span style="font-weight: 400;">jamak qillah</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan disifati dengan kata “</span><b>مَعْدُودَاتٍ</b><span style="font-weight: 400;">” yang juga berbentuk jamak qillah. Hal ini dimaksudkan sebagai isyarat bahwa berpuasa di bulan Ramadhan bagi hamba adalah hal yang ringan dan mudah. Hal ini karena hari-hari berpuasa dibatasi oleh bilangan yang dapat dihitung dan bukan dilaksanakan dalam waktu yang lama yang tidak dibatasi oleh bilangan [Tafsir Abu Hayyan 2/180; Tafsir Ibnu Asyur 2/161].</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Fikih Kesehatan Kontemporer Terkait Puasa Dan Ramadhan</strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">Fikih Puasa Untuk Anak-Anak</strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><b>Penulis: </b><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/ichwan" data-darkreader-inline-color=""><b>Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.</b></a></span></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 