
<p>Di antara sunah sebelum tidur adalah membaca zikir, baik yang merupakan bacaan Al-Quran maupun doa yang bersumber dari hadis-hadis Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em>. Pada kesempatan ini, kita akan membahas zikir dari ayat-ayat Al-Quran yang hendaknya kita baca sebelum tidur.</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Membaca ayat kursi</strong></span></h2>
<p>Disunahkan membaca ayat kursi ketika akan tidur, karena hal tersebut akan menjaga diri dari setan sampai waktu subuh tiba. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah kisah Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu </em>ketika bermimpi bertemu pencuri zakat. Pada akhir hadis disebutkan,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إذا أويتَ إلى فراشِكَ فاقرأ آيةَ الكرسي ، فإنه لن يزالَ معكَ من اللّه تعالى حافظ ، ولا يقربَك شيطانٌ حتى تُصْبِحَ</span></p>
<p>“Jika Engkau hendak tidur, maka bacalah ayat kursi. Jika Engkau membacanya, niscaya Allah akan senantiasa menjagamu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai subuh tiba.”</p>
<p>Maka Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">«مَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ». قَالَ لاَ. قَالَ «ذَاكَ شَيْطَانٌ» </span></p>
<p>“Adapun saat itu dia berkata benar, meskipun dia adalah pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah menjawab, “Tidak.” Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Yang dimaksud ayat kursi adalah firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 255,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ</span></p>
<p>“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/68236-pernahkah-kita-mendoakan-kebaikan-untuk-indonesia.html" data-darkreader-inline-color="">Pernahkah Kita Mendoakan Kebaikan untuk Indonesia?</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah</strong></span></h2>
<p>Hal ini berdasarkan hadis Abu Mas’ud Al Anshari, Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَن قَرَأَ بِالآيَتَينِ مِن آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ فِي لَيلَةٍ كَفَتَاهُ</span></p>
<p>“Siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah pada malam hari, maka keduanya akan mencukupinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dua ayat terkahir surat Al Baqarah yang dimaksud adalah ayat 285-286,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ</span></p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ</span></p>
<p>“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya.’ Dan mereka mengatakan, ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdoa), ‘Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.’</p>
<p>Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.'” (QS. Al-Baqarah: 285-286)</p>
<p>Dua ayat terakhir Surat Al Baqarah bukanlah bacaan yang secara khusus dibaca sebelum tidur. Akan tetapi, bisa dibaca sepanjang waktu pada waktu malam hari. Barang siapa yang belum membacanya di malam hari dan baru teringat sebelum tidur, maka pada saat itu hendaklah dia membacanya.</p>
<p>Para ulama berbeda pendapat tenatng makna (كَفَتَاهُ), diantaranya berpendapat:</p>
<p>1. Ada yang mengatakan bahwa maknaya adalah mencukupinya dari salat malam.</p>
<p>2. Ada pula yang menerangkan bahwa maknanya adalah akan melindunginya  dari setan.</p>
<p>3. Ada juga yang menjelasakan bahwa maknanya adalah menjaganya dari berbagai keburukan/penyakit.</p>
<p>Maka, makna hadis ini mencakup keseluruhan keterangan di atas sebagaimana penjelasan An-Nawawi <em>Rahimahullah</em> dalam <em>Syarah Shahih Muslim</em>.</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Membaca surat Al Ikhlas dan <em>mu’awwidzatain</em></strong></span></h2>
<p>Disunnahkan untuk membaca surat Al Ikhlas dan <em>mu’awwidzatain</em> (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian meniup kedua telapak tangan, dan selanjutnya mengusapkannya ke seluruh badan sebanyak tiga  kali. Hal ni berdasarkan hadis dari ibunda ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيلَةٍ جَمَعَ كَفَّيهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُل هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) و ( قُل أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ ) و ( قُل أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ، ثُمَّ يَمسَحُ بِهِمَا مَا استَطَاعَ مِن جَسَدِهِ ، يَبدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأسِهِ وَوَجهِهِ وَمَا أَقبَلَ مِن جَسَدِهِ ، يَفعَلُُ ذَلكَ ثَلاثَ مَرَّاتٍ</span></p>
<p>“Sesungguhnya Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> biasanya ketika akan tidur di setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak tangan kemudian meniup keduanya dan membaca (<em>Qul huwallahu’ahad</em>) dan (<em>Qul a’udzubi rabbil falaq</em>) dan (<em>Qul a’udzubirobbin nass</em>). Kemudian mengusap tubuh dengan keduanya semaksimal mungkin, dimulai dari kepala dan wajahnya, serta bagian depan tubuhnya. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Cara melakukannya yaitu membaca surat Al-Ikhlas, An-Naas, dan Al-Falaq, kemudian meniupkan ke kedua telapak tangan, kemudian diusapkan ke seluruh badan, dimulai dari kepala dan wajah. Hal ini diulang sebanyak tiga kali. Demikian penjelasan dari Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin <em>Rahimahullah</em> mengenai cara mengamalkan hadits di atas.</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Membaca surat Al Kafirun</strong></span></h2>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> pernah bersabda kepada Naufal,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"> اقْرأ : قُلْ يا أيُّها الكافِرُونَ ثُمَّ نَمْ على خاتِمَتِها فإنَّها بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ</span></p>
<p>“Bacalah <em>Qul Yaayyuhal Kafirun</em> (Surat Al-Kafirun), kemudian tidurlah setelah selesai membacanya, karena ia dapat melepaskan dari kesyirikan.” (HR. Abu Dawud, sahih)</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kesimpulan</strong></span></h2>
<p>Di antara ayat-ayat Al-Quran yang hendaknya dibaca di malam hari sebelum tidur adalah:<br>
1. Ayat kursi (surat Al Baqarah ayat 255).<br>
2. Dua ayat terakhir surat Al Baqarah ayat 285-286.<br>
3. Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq, dan Surat An Naas.<br>
4. Surat Al Kafirun.</p>
<p>Inilah di antara zikir sebelum tidur yang berupa ayat-ayat Al-Quran yang hendaknya kita upayakan baca sebelum tidur. Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/66513-jangan-lupakan-doa-dan-tawakal-dalam-mendidik-anak.html" data-darkreader-inline-color="">Jangan Lupakan Doa dan Tawakal Dalam Mendidik Anak</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/60061-hukum-mendoakan-non-muslim-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Mendoakan Non-Muslim</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>***</p>
<p><strong>Penulis: <a href="https://muslim.or.id/author/adika"><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color="">Adika Mianoki</span></a></strong></p>
<p><strong>Artikel: <a href="https://muslim.or.id/"><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</span></a></strong></p>
<p><strong>Referensi:</strong> <em>Al Minahu al ‘Aliyyah fii Bayani as Sunani al Yaumiyyah</em> karya Dr. ‘Abdullah bin Humuud al Fariih <em>Hafidzahullah</em></p>
 