
<blockquote>
<p style="text-align: left;"><em>Cinta …<br>
Semua orang bicara cinta<br>
Tapi timbangannya beda-beda<br>
Cinta di atas agama, atau cinta berujung petaka?<br>
</em><em> Petaka muncul bila cinta diukur sebatas nafsu</em><strong><em><br>
Atas nama cinta mereka berzina</em></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Zina dibilang cinta</strong></p>
<p>Karena sekarang banyak yang tertipu oleh setan; zina dibilang cinta. Bahkan zina dianggap biasa; sekadar kemaluan bertemu kemaluan.<br>
<em><br>
Subhanallah! La hawla wala quwwata illa billah!!</em></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ</p>
<p style="text-align: left;">“<em>Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.</em>” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Nah, kalau belum halal dalam ikatan nikah, jangan pandang-pandangan dulu. Jangan pegang-pegang dulu. Jangan belai-belai dulu. Dekat-dekat bisa berujung syahwat. Bahaya!</p>
<p>Allah telah mengingatkan hamba-Nya dengan keras tentang hal ini,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً</p>
<p style="text-align: left;">“<em>Dan <strong>jangan dekati</strong> zina! Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk</em>.” (QS. Al-Isra’:32)</p>
<p><strong>Berhubungan badan bagaikan keledai</strong></p>
<p>Betapa hinanya orang yang berzina. Mari kita simak bagaimana julukan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> untuk mereka.</p>
<p>Shahabat Abu Malik Al-Asy’ari <em>radhiyallahu ’anhu</em> menyampaikan bahwa dia mendengar Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر و الحرير</p>
<p style="text-align: left;">”<em>Akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina dan sutera</em>.”</p>
<p>Pada akhir zaman, setelah tidak ada lagi kaum mukminin, yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia. Mereka saling melakukan hubungan badan bagaikan keledai, sebagaimana dijelaskan dalam hadits An-Nawwas radhiyallahu ’anhu,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">ويبقى شرار الناس يَتَهَارَجُون فيها تهارُج الْحُمُر ، فعليهم تقوم الساعة</p>
<p style="text-align: left;">”<em>Dan yang tersisa adalah seburuk-buruk manusia, mereka kawin di zaman itu bagaikan keledai, maka pada merekalah kiamat itu terjadi</em>.’ ” (HR. Muslim)</p>
<p><strong>Tantangan</strong></p>
<p>Jika ada yang menantang Anda seperti ini: coba berbuatlah semau Anda, tidak perlu taat norma, tak usah patuh kepada agama. Nah, jatah setiap orang ‘kan cuma satu nyawa. Tidak lebih dari itu. Silakan Anda pilih sekarang:</p>
<ol>
<li>Hidup taat aturan Allah, matinya insyaallah selamat.</li>
<li>Hidup bebas semaunya, matinya nanti “<em>gambling</em>”; tak jelas selamat atau sekarat.</li>
</ol>
<p>Pasti Anda ingin selamat, ‘kan?</p>
<p><strong>Hidup ini mesti berpegang pada prinsip</strong></p>
<p>Sekali sudah berikrar dengan keislaman, kita mesti berjuang untuk istiqamah. Jauhkan diri dari teman yang merusak, pilih teman-teman yang mengajak berbuat baik. Perbanyak doa memohon pertolongan Allah; di Tangan-Nya hati kita berbolak-balik. Dengan taufik-Nya kita bisa hidup penuh ketenteraman dan kebahagiaan sejati.</p>
<p class="arab" style="text-align: center;">قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">“<em>Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah</em>.’”<br>
(HR. Muslim)</p>
</blockquote>
<p>Jika diri bergelimang dosa, tak perlu putus asa. Bertaubatlah sebelum terlambat. Pintu taubat masih terbuka selama nyawa belum sampai kerongkongan. Pintu taubat masih terbuka selama matahari masih terbit dari arah timur.</p>
<p class="arab" style="text-align: center;">يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">”<em>Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap kepada-Ku, maka pasti Aku <strong>ampuni</strong> dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku <strong>ampuni</strong>, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi <strong>dalam keadaan tidak berbuat syirik</strong> sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan <strong>ampunan sepenuh bumi</strong> pula.</em>“</p>
<p style="text-align: center;">(Hadits qudsi riwayat Tirmidzi, no. 3540; Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih.)</p>
</blockquote>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<ul>
<li><em><a title="http://www.konsultasisyariah.com/makna-zina-hati/" href="http://www.konsultasisyariah.com/makna-zina-hati/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">http://www.konsultasisyariah.com/makna-zina-hati/</a></em></li>
<li><em>https://muslimah.or.id/aqidah/tanda-kiamat-merebaknya-perzinaan.html</em></li>
<li><em>http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/aku-ingin-bertaubat-tetapi.html</em></li>
</ul>
<p>—</p>
<p>Penulis: Athirah Ummu Asiyah<br>
Muraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits</p>
<p>Artikel Muslimah.Or.Id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 