
<h3 style="text-align: center;">
<strong> Fatwa </strong><strong>Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘</strong><strong>Utsaimin <em>r</em><em>ahimahullahu</em></strong>
</h3>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apa perbedaan <em>qadha</em> dan <em>qadar</em>? Apakah keduanya sama?</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">القضاء والقدر إذا اجتمعا فلكل واحد معناه. وأما إذا أفرد أحدهما فإنه يشمل الآخر، فإذا قيل: قضاء وقدر، فالقضاء: ما قضاه الله تعالى في الأزل، وكتبه في اللوح المحفوظ. والقدر: ما قدره الله فوقع. فأما إذا قيل: قضاء فقط فإنه يشمل الأمرين جميعاً، أو قيل: قدر فقط فإنه يشمل الأمرين جميعاً</span></p>
<p><em>Qadha</em> dan <em>qadar </em>jika bergandengan (disebutkan bersamaan, pent.), maka memiliki makna masing-masing. Adapun jika bersendirian (disebutkan secara terpisah, pent.), maka dia mencakup makna dari yang lainnya (<em>qadha</em> mengandung makna <em>qadar</em> dan sebaliknya, pent.).</p>
<p>Jika disebut “<em>qadha</em> dan <em>qadar</em>“, maka <em>qadha</em> adalah apa yang Allah <em>Ta’ala </em>tetapkan pada zaman <em>azali</em> (50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi) dan tertulis di <em>Lauhul Mahfudz</em>. Dan <em>qadar</em> adalah apa-apa yang Allah <em>Ta’ala </em>tetapkan dan kemudian terjadi.</p>
<p>Adapun jika disebut kata “<em>qadha</em>” saja, maka mencakup makna keduanya (yaitu makna <em>qadha</em> dan <em>qadar</em>). Juga jika disebut kata “<em>qadar</em>” saja, maka mencakup makna keduanya.</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><em>***</em></p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Nuur ‘Ala Ad-Darb </em>juz 4 halaman 2, <a href="https://al-maktaba.org/book/2300/258">https://al-maktaba.org/book/2300/258</a></p>
<p>Selesai diterjemahkan pada Senin, 3 Dzulqa’dah 1442 H</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/59685-apakah-doa-bisa-mengubah-takdir.html" data-darkreader-inline-color="">Apakah Doa Bisa Mengubah Takdir?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/43701-memahami-macam-macam-takdir.html" data-darkreader-inline-color="">Memahami Macam-macam Takdir</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penerjemah: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/dimassetiaji" data-darkreader-inline-color="">Dimas Setiaji</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 