
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1177534015&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<h2><strong>Buraq Kendaraan Nabi Waktu Isra’ Mi’raj</strong></h2>
<p><em>Apa itu buroq? Karena ketika isra mi’raj, nama ini sering disebut. Dan katanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam isra mi’raj dengan menunggang buroq. Mungkin bs dijelaskn. Trim’s. Maksih pencerahannya.</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Buraq atau Buroq</span> [arab: البُرَاقُ] termasuk binatang ghaib, yang tidak akan pernah kita jumpai di alam ini. Sementara Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah menaikinya ketika isra’ mi’raj, itu bagian dari keistimewaan dan mukjizat beliau dari Allah, yang tentu saja tidak mungkin bisa ditiru orang lain.</p>
<p class="arab">عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا. إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا</p>
<p><em>Dialah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, dan Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya Dia Mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.</em> (QS. Al-Jin: 26 – 27)</p>
<p>Mengingat ini masalah ghaib, sikap yang harus kita kedepankan adalah mengikuti dan meyakini apa yang disebutkan dalam dalil. Artinya, kita hanya boleh meyakini sesuai informasi yang shahih dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<h3><strong>Diantara bentuk dan sifat buraq yang disebutkan dalam hadis shahih,</strong></h3>
<ol>
<li>Bentuknya seperti binatang tunggangan</li>
<li>Ukurannya lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal. (Bighal adalah peranakan hasil perkawinan antara kuda dengan keledai)</li>
<li>Berwarna putih</li>
<li>Langkah kakinya, sejauh ujung pandangannya.</li>
<li>Bisa diikat sebagaimana layaknya hewan tunggangan</li>
</ol>
<p>Diantara hadis yang menceritakan sifat-sifat di atas,</p>
<p>a. Hadis dari Malik bin Sha’sha’ah <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menceritakan kejadian isra mi’raj. Salah satu cuplikan kisahnya,</p>
<p class="arab">وَأُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، دُونَ البَغْلِ وَفَوْقَ الحِمَارِ: البُرَاقُ</p>
<p><em>Dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai. Yaitu buraq.</em> (HR. Bukhari 3207)</p>
<p>b. Hadis dari Malik, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">ثُمَّ أُتِيتُ بِدَابَّةٍ أَبْيَضَ، يُقَالُ لَهُ: الْبُرَاقُ، فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَقَعُ خَطْوُهُ عِنْدَ أَقْصَى طَرْفِهِ، فَحُمِلْتُ عَلَيْه</p>
<p><em>Kemudian dibawakan kepadaku seekor hewan tunggangan putih, namanya Buraq. Lebih tinggi dari pada keledai dan lebih pendek dari bighal. Satu langkah kakinya di ujung pandangannya. Lalu aku dinaikkan di atasnya</em>. (HR. Ahmad 17835, Muslim 164, dan yang lainnya).</p>
<p>c. Sesampainya Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di masjidil aqsha, beliau <em>shallallahu ’alai wa salam</em> mengikat buraqnya di tempat yang biasa digunakan para nabi untuk mengikat tunggangannya. Beliau mengatakan</p>
<p class="arab">فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ</p>
<p><em>Aku mengikat buraq di salah satu pintu masjid baitul maqdis, tepat di mana para nabi mengikatkan hewan tunggangan mereka</em> (Muslim no. 162, Abu Ya’la dalam musnadnya 3375)</p>
<h3><strong>Apakah Buraq punya Sayap?</strong></h3>
<p>Banyak yang mengilutrasikan buraq layaknya gambar kuda bersayap. Bahkan kadang ditambahi tanduk.</p>
<p>Kami tidak menjumpai adanya riwayat yang menjelaskan bahwa buraq bersayap. Dan sekali lagi, mengingat ini masalah ghaib, kita hanya bisa mengikuti apa yang disebutkan dalam dalil, tanpa nambah-nambahi. Membuat ilustrasi seperti kuda terbang sembrani, jelas ini menebak-nebak hal yang ghaib, yang dilarang dalam islam.</p>
<p>Demikian,</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 