
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Bolehkah pengumpulan Al Quran oleh Sahabat dianggapkan Bidah?</p>
<p style="text-align: right;">Mansor Deen<br>
Alamat: Selangor, Msalaysia<br>
Email: abuhazmin@gmail.com</p>
<p><!--more--><strong>Ustadz Kholid Syamhudi, Lc menjawab:</strong></p>
<p>Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Tidak boleh. Sebab sebenarnya pengumpulan Al Qur’an sudah ada di zaman Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi Wassalam</em> namun dilakukan dengan cara dihafal dalam dada para sahabat.</p>
<p>Setelah perang Yamamah yang berakibat terbunuhnya banyak penghafal Al-Qur’an,Khalifah Abu Bakar <em>Radhiallahu’anhu</em> berfikir untuk mengumpulkannya dalam satu <em>mushhaf</em> yang mempermudah kaum muslimin untuk menjaga dan menghafalnya. Sehingga hal ini masuk dalam mashlahat mursalah.</p>
<p>Kemudian adanya <span style="text-decoration: underline;">ijma’</span> sahabat ketika itu adalah hujjah bahwa pengumpulan <em>mush-haf</em> adalah haq dan sesuai syari’at, karena Nabi <em>Shalallahu ‘alaihi Wasallam</em> bersabda:</p>
<p>لا تجتمع هذه الأمة على ضلا</p>
<p>“<em>Umat ini tidak akan bersepakat diatas kesalahan.</em>” (HR. Asy-Syafi’I dalam Ar-Risalah)</p>
<p>Dengan demikian pengumpulan mush-haf disyari’atkan dgn ijma’ shahabat yang didasarkan kepada persetujuan Nabi shalallahu ‘alaihi was sallam dalam penulisan Al-Qur’an di masa beliau dan banyak sahabat yang ikut menyimpan tulisannya di rumah mereka dan dihafal di dada mereka.</p>
<p>Sumber: ustadzkholid.com</p>
 