
<p>Budaya adalah lingkungan yang mengelilingi Anda di tempat kerja sepanjang waktu. Budaya adalah elemen penting yang membentuk kenikmatan kerja, hubungan kerja dan proses kerja Anda.  Tapi, budaya bukanlah sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan nyata, kecuali melalui manifestasi fisik di tempat kerja Anda. </p>
<p>Dalam banyak hal, budaya seperti kepribadian. Dalam diri seseorang, kepribadian dibentuk dari nilai-nilai, keyakinan, asumsi,  minat, pengalaman, dan sikap yang membentuk perilaku seseorang dan dibagi dalam sekelompok orang. Budaya adalah perilaku sebagai hasil ketika sebuah kelompok berada pada serangkaian – biasanya aturan tidak tertulis dan terucap – untuk bekerja sama.</p>
<p>Budaya organisasi dibuat dari pengalaman hidup masing-masing karyawan yang dibawa dalam organisasi. Budaya, khususnya dipengaruhi oleh pendiri organisasi, eksekutif, dan staff manajerial karena peran mereka dalam mengambil keputusan dan penentu arah stratejik.</p>
<p>Budaya diwakili dalam kelompok :<br> * bahasa,<br> * pengambilan keputusan ,<br> * simbol,<br> * cerita dan legenda <br> * praktek kerja sehari-hari </p>
<p>Sesuatu yang sederhana seperti benda yang terletak dimeja Anda akan menceritakan banyak hal bagaimana karyawan memAndang dan berpartisipasi dalam budaya organisasi Anda. <br>Isi papan buletin di newsletter perusahaan, interaksi karyawan dalam pertemuan, dan cara orang berkolaborasi, mengatakan banyak hal tentang budaya organisasi Anda. </p>
<p><strong><br>Konsep Mengenai Budaya </strong></p>
<p>Professor Ken Thompson (DePaul University) dan Fred Luthans (University of Nebraska) menggarisbawahi tujuh karakteristik budaya dari lensa interpretasi saya.</p>
<p>1. <em>Budaya = Perilaku</em>. Budaya adalah kata yang digunakan untuk menjabarkan perilaku yang mewakili pelaksanaan norma umum dalam lingkungan Anda. Budaya biasanya tidak didefinisikan sebagai baik atau buruk, meskipun aspek budaya Anda mendukung kemajuan dan keberhasilan Anda, serta aspek lain, merintangi kemajuan Anda. </p>
<p> Norma yang bisa dipertanggungjawabkan akan membantu keberhasilan organisasi Anda. Norma dengan memberikan layanan pelanggan yang bagus akan menjual produk dan mengikutsertakan karyawan Anda. Mentoleransi kinerja yang buruk atau kurangnya disiplin dalam memelihara proses dan sistem yang sudah ditetapkan akan menghambat keberhasilan Anda.</p>
<p>2.<em> Budaya dipelajar</em>i. Orang belajar untuk melakukan perilaku tertentu, baik melalui konsekwensi reward atau negatif yang mengikuti perilaku mereka. Saat sebuah perilaku dihargai, akan terulang kembali dan secara tidak sengaja akan menjadi bagian dari budaya. Ucapan terima kasih yang sederhana dari eksekutif atas pekerjaan yang diselesaikan dalam bentuk tertentu akan membentuk budaya.</p>
<p>3.  <em>Budaya dipelajari melalui interaksi</em>. Karyawan mempelajari budaya lain dengan berinteraksi dengan karyawan lain. Kebanyakan perilaku dan penghargaan dalam organisasi melibatkan karyawan lain. Seorang pelamar merasakan budaya Anda , dan apakah dia cocok dengan budaya Anda saat proses wawancara. Opini awal budaya Anda bisa dibentuk pada saat mendapatkan telpon pertama kali dari Bagian SDM .</p>
<p>4. <em>Bentuk Sub-kultur melalui Rewards</em>. Karyawan memiliki banyak keinginan dan kebutuhan. Terkadang karyawan menghargai reward yang tidak terkait dengan perilaku yang diinginkan oleh manajer di keseluruhan perusahaan. Disini biasaya sub-kultur terbentuk, saat orang mendapatkan reward sosial dari rekan kerjanya atau  adanya pemenuhan kebutuhan yang paling penting dalam departemen atau tim proyeknya.</p>
<p>5. <em>Orang membentuk budaya</em> . Kepribadian dan pengalaman karyawan membentuk budaya organisasi. Misalnya, jika mayoritas orang dalam organisasi adalah orang yang mudah bergaul, budayanya adalah terbuka dan ramah. Jika banyak artifak yang menggambarkan sejarah dan nilai perusahaan adalah bukti disemua perusahaan, orang menilai sejarah dan budayanya. Jika pintu dibiarkan terbuka, dan sedikit pintu tertutup saat pertemuan, budayanya tidak terlindungi.  Jika negatifisme supervisi dan perusahaan telah tersebar luas dan dikomplain banyak karyawan, budaya negatifisme menjadi sulit diatasi, dan akan memerlukan waktu.</p>
<p>6. <em>Budaya dinegosiasikan</em>. Seseorang tidak bisa menciptakan budaya sendirian. Karyawan harus berusaha mencoba mengganti arah, lingkungan kerja, cara melakukan pekerjaan, atau sikap dimana keputusan dibuat dalam norma-norma umum di tempat kerja. Perubahan budaya adalah proses yang diberikan dan diambil oleh semua anggota dalam sebuah organisasi. Membentuk arah stratejik, pengembangan sistem, dan menetapkan ukuran harus dimiliki oleh kelompok yang bertanggung jawab untuk itu. Jika tidak, karyawan tidak akan memilikinya.  </p>
<p>7. <em>Budaya sulit diubah</em>.  Perubahan budaya memerlukan orang untuk mengubah kebiasaannya. Sulit bagi orang untuk meninggalkan cara lama dan memulai melakukan kebiasaan baru secara konsisten. Tekat, disiplin, keterlibatan karyawan, kebaikan dan pemahaman, pengembangan organisasi, dan pelatihan bisa membantu Anda untuk mengubah kebudayaan.  </p>
<p><strong>Karakteristik Budaya </strong><br>Budaya kerja Anda biasanya diinterpretasikan secara berbeda-beda oleh karyawan. Kejadian yang dialami orang lain akan mempengaruhi bagaimana mereka bertindak dan juga berinteraksi ditempat kerja. Meskipun  organisasi memiliki budaya yang umum, masing-masing orang melihat budaya dari perspektif yang berbeda. <br>Budaya Anda bisa saja kuat atau lemah. Jika budaya kerja Anda kuat, banyak orang yang setuju dengan budaya tersebut. Jika budaya Anda lemah, orang lain tidak menyetujuinya. Terkadng budaya organisasi yang lemah dihasilkan karena adanya banyak sub-kultur, atau nilai yang dibagi, asumsi, dan kebiasaan dari bagian dalam organisasi. </p>
<p>Misalnya, budaya kerja Anda secara keseluruhan mungkin lemah dan sangat sulit untuk dicirikan karena banyaknya sub-kultur. Masing-masing departemen atau bagian mungkin memiliki budaya tersendiri. Dalam departemen, staf dan manajer memiliki budayanya sendiri-sendiri. </p>
<p>Idealnya, budaya organisasi mendukung lingkungan yang positif dan produktif. Karyawan yang bahagia tidak harus karyawan yang produktif. Karyawan yang produktif tidak harus karyawan yang bahagia. Penting untuk mengetahui aspek-aspek budaya yang akan saling mendukung kualitas-kualitas ini bagi karyawan Anda. </p>
<p>Sekarang, Anda sudah familiar dengan visualisasi budaya organisasi, Anda akan mengeksplor aspek tambahan dalam budaya organisasi dan perubahan budaya. Dengan cara ini, konsep budaya akan lebih bermanfaat bagi keberhasilan dan keuntungan organisasi Anda. </p>
<p>Sumber: <a title="www.humanresources.about.com" rel="external" href="http://www.humanresources.about.com">www.humanresources.about.com</a><br>Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com</p>
 