
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/59958-antara-berlebihan-dan-merendahkan-orang-shalih-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Antara Berlebihan dan Merendahkan Orang Shalih (Bag. 1)</a></span></strong></p>

<p><span style="font-size: 21pt;"><strong>Dalil-dalil larangan <em>ghuluw </em>terhadap orang saleh</strong></span></p>
<p><em>Bismillah walhamdulillah, wash shalatu wassalamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.</em></p>
<p><em> </em>Disebutkan oleh Syekh Muhammad At-Tamimi <em>Rahimahullah</em> dalam <em>Kitabut Tauhid alladzi huwa haqqullah ‘alal ‘abiid </em>sebuah bab yang berjudul</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">باب ما جاء أن سبب كفر بني آدم وتركهم دينهم هو الغلو في الصالحين</span></p>
<p>“<em>Bab (tentang) sebab kekafiran manusia dan sebab mereka meninggalkan agama Islam adalah melampaui batas terhadap orang saleh.</em>”</p>
<p>Lalu beliau menyebutkan beberapa dalil tentang larangan bersikap melampaui batas terhadap orang saleh atau yang dikenal dengan istilah <em>ghuluw </em>terhadap orang saleh.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><strong> </strong></span><span style="font-size: 24pt;">يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ</span></p>
<p><em>“Wahai ahli Kitab, janganlah ka</em><em>lian</em><em> melampaui batas dalam agama kalian!” </em><strong>(QS. An-Nisa: 171)</strong></p>
<p><em> </em>Dalam <em>Ash-</em><em>Shahihain, </em>dari Ibnu ‘Abbas <em>Radhiyallahu ‘anhuma </em>tentang firman Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا</span><strong><span style="font-size: 24pt;"> </span> </strong></p>
<p><em>“</em><em>Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr”</em> <strong>(QS. Nuh: 23)</strong>.</p>
<p>Ibnu ‘Abbas <em>Radhiyallahu ‘anhuma </em>berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">هذه أسماء رجال صالحين من قوم نوح، فلما هلكوا أوحى الشيطان إلى قومهم أن انصبوا إلى مجالسهم التي كانوا يجلسون فيها أنصابا، وسموها بأسمائهم، ففعلوا. ولم تعبد حتى إذا هلك أولئك ونُسي العلم عُبدت</span></p>
<p>“Ini adalah nama-nama orang-orang saleh di kalangan kaum Nabi Nuh <em>‘alaihis salam.</em> Ketika mereka meninggal dunia, setan membisikkan godaannya kepada kaum mereka, ‘Dirikanlah patung-patung di majelis-majelis yang dahulu didatangi oleh orang-orang shalih itu. Dan namailah patung-patung itu dengan nama-nama mereka.’ Kemudian kaum itu pun melaksanakan bisikan setan tersebut, dan sewaktu itu patung-patung tersebut belumlah disembah. Sampai orang-orang yang mendirikan patung tersebut telah mati dan (ketika itu) ilmu tauhid telah dilupakan, akhirnya patung-patung tersebut disembah.”</p>
<p>Ibnul Qayyim <em>Rahimahullah Ta’ala </em>menjelaskan,</p>
<p>“Lebih dari seorang <em>salafusshalih</em> yang berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لما ماتوا عكفوا على قبورهم، ثم صوروا تماثيلهم، ثم طال عليهم الأمد فعبدوهم</span></p>
<p>“Tatkala orang-orang saleh itu meninggal dunia, mulailah orang-orang berlama-lama berdiam diri di makam mereka. Kemudian mereka membuat patung-patung orang-orang saleh tersebut. Berlalulah masa yang panjang, hingga mereka pun menyembah orang-orang saleh tersebut.”</p>
<p>Dari ‘Umar bin Al-Khaththab <em>Radhiyallahu ‘anhu</em> bahwa Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لا تُطروني كما أطرت النصارى ابن مريم؛ إنما أنا عبد، فقولوا: عبد الله ورسوله</span></p>
<p>“Janganlah kalian melampaui batas dalam menyanjungku, sebagaimana kaum Nashara melampaui batas dalam menyanjung Nabi Isa putra Maryam! Sesungguhnya aku adalah seorang hamba. Oleh karena itu, katakanlah (bahwa aku adalah ) hamba Allah dan Rasul-Nya!” <strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong>.</p>
<p>Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas <em>Radhiyallahu ‘anhuma, </em>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إياكم والغلو؛ فإنما أهلك من كان قبلكم الغلو</span></p>
<p><em>“Awas, jauhilah sikap melampaui batas! Karena sikap melampaui batas adalah perkara yang membinasakan kaum sebelum kalian!” </em><strong>(HR. An-Nasa’i dan selainnya, dinilai sahih oleh Al-Albani <em>Rahimahumallah</em>)</strong></p>
<p>Imam Muslim <em>Rahimahullah </em>meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud <em>Radhiyallahu ‘anhu, </em>bahwa Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">هلك المتنطعون ، قالها ثلاثا</span></p>
<p>“Binasalah orang-orang yang melampaui batas, (Beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em>) bersabda tiga kali.”</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26049-mencela-orang-orang-shalih.html" data-darkreader-inline-color="">Mencela Orang-Orang Shalih</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/24147-bolehkah-memberitahukan-amal-shalih-kepada-orang-lain.html" data-darkreader-inline-color="">Bolehkah Memberitahukan Amal Shalih kepada Orang Lain?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>[Bersambung]</strong></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 