
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1122222559&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<p><strong>Allah Maha Segalanya, Ini Salah?</strong></p>
<p><em>Bolehkah mengucapkan, Allah Maha Segalanya?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p>Dalam KBBI, kata Maha artinya sangat, amat, teramat. Bisa juga diartikan besar. seperti Mahaguru, berarti guru besar.</p>
<p>Karena itu, kata Maha pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri. Dia statusnya sifat yang harus diikuti kata yang lain untuk bisa dipahami maknanya.</p>
<h3><strong>Semua Nama itu Baik dan semua Sifat Allah itu Indah</strong></h3>
<p>Prinsip ini sangat ditekankan oleh Allah dalam al-Quran. Ketika Allah memperkenalkan diri-Nya dalam al-Quran, Allah menyebutkan berbagai macam nama dan sifat-Nya yang indah. Seperti ar-Rahman, ar-Rahim, al-Hayyu, al-Qayyum, al-Mannan, ar-Razzaq, dst.</p>
<p>Bahkan Allah menegaskan, hanya miliknya nama-nama yang indah itu.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا</p>
<p><em>Hanya milik Allah al-Asma al-Husna, karena itu, gunakanlah nama itu untuk memanggil Allah.</em> (QS. al-A’raf: 180)</p>
<p>Yang dimaksud al-Asma al-Husna adalah nama yang mengandung puncak kebaikan. Karena nama-nama ini mengandung sifat-sifat mulia yang sempurna. Sama sekali tidak ada makna buruk di sana.</p>
<p>Misalnya nama Allah al-Hayyu, artinya yang Maha Hidup. Nama ini menunjukkan bahwa hidupnya Allah adalah hidup sempurna (al-Hayat al-Kamilah). Hidup tidak didahului ketiadaan dan tidak akan berakhir.</p>
<p>Allah memiliki nama al-Alim, yang artinya Maha Mengetahui. Artinya, Dia Maha Mengetahui, dengan pengetahuan yang sempurna. Pengetahuan yang tidak ada cacat sama sekali dan tidak didahului kebodohan.</p>
<p>(al-Qawaid al-Mutsla, hlm. 6)</p>
<p>Demikian pula sifat Allah, Dia Dzat yang sifatnya mulia, sifat yang indah.</p>
<p class="arab">وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الأَعْلَى وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ</p>
<p><em>Hanyalah milik Allah sifat-sifat yang mulia. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha bijaksana.</em> (QS. an-Nahl: 60).</p>
<p>Karena itu, semua sifat yang maknanya murni kekurangan, seperti mati, bodoh, pelupa, lemah, miskin, dst, semua menjadi sifat yang haram bagi Allah. (al-Qawaid al-Mutsla, hlm. 18).</p>
<p>Ketika orang yahudi menyebut Allah fakir, Allah mengancam mereka. Karena seperti ini berarti memberikan sifat buruk untuk Allah. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا</p>
<p><em>Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: “Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka itu.</em> (QS. Ali Imran: 181).</p>
<h3><strong>Allah Maha Segalanya?</strong></h3>
<p>Kita bisa memahami, kata ‘segalanya’ bermakna umum. Artinya bisa berarti baik atau berarti buruk.</p>
<p>Karena itu, kata segalanya atau segala sesuatu, umumnya dikembalikan kepada makhluk. Sehingga, jika disandarkan kepada Allah, kata ini harus menjadi objek.</p>
<p>Dan itulah yang Allah ajarkan dalam al-Quran. Kita banyak menjumpai ayat,</p>
<p class="arab">إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu..”</em></p>
<p>Dalam al-Quran, kalimat ini Allah sebutkan sebanyak 33 kali.</p>
<p>Anda bisa perhatikan, segala sesuatu dalam ayat itu menjadi objek atas Maha Kuasanya Allah.</p>
<p>Kita juga sering mendengar,</p>
<p class="arab">وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ</p>
<p>Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu..</p>
<p>Kalimat ini juga banyak dalam al-Quran. Dan anda bisa perhatikan, kata sesuatu di situ sebagai objek.</p>
<p>Demikian juga kalimat,</p>
<p class="arab">وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًا</p>
<p>Allah Maha Meliputi segala sesuatu.</p>
<p>Karena itu yang tepat, kita tidak mengatakan Allah Maha Segalanya. Tapi kita mengatakan, “Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” atau “Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” sesuai dengan konteks pembicaraan.</p>
<p>Allahu a’lam.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 