
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Definisi Al-Quranul Karim</b></span></h4>
<p><b>Al-Qur’an secara bahasa </b>adalah <em>mashdar</em> dari قرأ-يقرأ (<i>qara`a-yaqra`u</i>), maknanya ada dua, yaitu:</p>
<ol>
<li>Sesuatu yang dibaca karena Al-Qur’an dibaca lisan-lisan manusia.</li>
<li>Pengumpul, karena Al-Qur’an adalah mengumpulkan kabar dan hukum.</li>
</ol>
<p><b>Adapun secara istilah </b>syar’i, Al Qur’an adalah Firman Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, penutup para Nabi, yaitu Nabi Muhammad <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i>, diawali dengan surat Al-Faatihah dan ditutup dengan surat An-Naas<b>.</b></p>
<p>(<em>Ushuulun fit Tafsiir</em>,  Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin, hal. 6, dengan sedikit perubahan)</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Tujuan Al-Qur’anul Karim</b> <b>diturunkan</b></span></h4>
<p>Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin <i>rahimahullah </i>mengatakan,</p>
<p class="arab">فالقرآن الكريم نزل لأمور ثلاثة: التعبد بتلاوته، وفهم معانيه والعمل به</p>
<p><i>“</i>Al-Qur’an diturunkan untuk tiga tujuan beribadah dengan membacanya,memahami maknanya dan mengamalkannya<i>” </i>(http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_17959.shtml).</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang Al-Qur’anul Karim</b></span></h4>
<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah menyatakan</p>
<p class="arab">إن القرآن كلام الله، منزل غير مخلوق، منه بدأ، و إليه يعود</p>
<p>“Al-Qur’an adalah Kalamullah, yang diturunkan dan bukan diciptakan (baca:bukan makhluk), berasal hanya dari-Nya, dan kembali kepada-Nya”</p>
<p><b>Penjelasan:</b></p>
<p><b>1. “Al-Qur’an adalah Kalamullah”</b></p>
<p>Semua huruf, lafadz, dan makna Al-Qur’an termasuk Kalamullah. Dalil bahwa Al-Qur’an itu Kalamullah (Firman Allah), yaitu firman Allah <i>Ta’ala</i>:</p>
<p class="arab">وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ</p>
<p><i>“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah (Al-Qur’an), kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui” </i>(At-Taubah: 6).</p>
<p><b>2. “yang diturunkan”</b></p>
<p>Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad <i>shallallahu ‘alaihi wasallam. </i>Adapun dalil yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an itu wahyu yang diturunkan, yaitu firman Allah <i>Ta’ala</i>:</p>
<p class="arab">شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ</p>
<p><i>“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” </i>(Al-Baqarah: 185).</p>
<p><b>3. “dan bukan diciptakan (bukan makhluk)”</b></p>
<p>Dalil yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an itu bukan makhluk, yaitu firman Allah <i>Ta’ala</i>:</p>
<p class="arab">أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ</p>
<p><i>“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah” </i>(Al-A’raaf: 54).</p>
<p>Penjelasan ayat di atas, disebutkan setelah ini.</p>
<p><b>4. “berasal hanya dari-Nya”</b></p>
<p>Al-Qur’an adalah ucapan (firman) yang berasal dari Allah dan Dia-lah yang pertamakali mengucapkannya (berfirman).</p>
<p>Dalil bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, yaitu firman Allah <i>Ta’ala</i></p>
<p class="arab">قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ</p>
<p><i>“Katakanlah ‘Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’”</i> (An-Nahl:102).</p>
<p><b>5. “dan kembali kepada-Nya”</b></p>
<p>Ungkapan ini mengandung dua makna, yaitu:</p>
<ol>
<li>Diangkat kepada-Nya, tidak ada lagi di hafalan manusia dan tidak ada pula di Mushhaf. Diriwayatkan dari Hudzaifah <i>radliyallaahu ‘anhu</i> telah bersabda Rasulullah <i>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</i>,
<p class="arab">وَلَيُسْرَى عَلَى كِتَابِ اللهِ عَزَّوَجَلَّ فِي لَيْلَةٍ، فَلاَ يَبْقَى فِي الأَرْضِ مِنْهُ آيَةٌ</p>
<p>“<i>Dan benar-benar diangkatlah Kitabullah ‘Azza wa Jalla (Al-Qur’an) pada suatu malam hingga tidak tersisa satu pun ayat darinya di muka bumi ini” </i>(HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim, Al-Albani menshahihkannya [<a href="http://ferkous.com/home/?q=fatwa-952">http://ferkous.com/home/?q=fatwa-952</a>]).</p>
</li>
<li>Makna yang kedua adalah hanya kembali kepada-Nya lah pensifatan-Nya dengannya, yaitu hanya Allah lah yang disifati dengan berfirman dengan firman Al-Qur’an.</li>
</ol>
<p>Di antara keyakinan  Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang Al Quranul Karim adalah kesepakatan kaum Muslimin (Ijma’) tentang kafirnya orang yang mengingkari surat, ayat, atau huruf Al-Qur’an yang telah disepakati kaum Muslimin.</p>
<p><strong></strong><strong>***</strong></p>
<p><b>Referensi:</b></p>
<ol>
<li>Diolah dari referensi utama : Syarah Al-Wasithiyyah, Syaikh Muhammad Shaleh Al-Utsaimin.</li>
<li>Ushuulun fit Tafsiir,  Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin.</li>
<li>http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_17959.shtml.</li>
</ol>
<p>—</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.Or.Id</p>
 