
<p>Masihkah Anda enggan untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan?</p>
<blockquote><p><i><span style="font-weight: 400;">“Hai orang-orang yang beriman, </span></i><i><span style="font-weight: 400;">diwajibkan atas kamu berpuasa</span></i><i><span style="font-weight: 400;"> sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al Baqarah [2] : 183)</span></p></blockquote>

<h2><span style="font-size: 18pt;"><b>Hukum Puasa Ramadhan</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Puasa Ramadhan itu </span><b>wajib</b><span style="font-weight: 400;"> bagi setiap muslim yang </span><i><span style="font-weight: 400;">baligh</span></i><span style="font-weight: 400;"> (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dan dalam keadaan mukim (tidak melakukan safar/perjalanan jauh). Yang menunjukkan bahwa puasa Ramadhan adalah wajib yaitu firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><b>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Hai orang-orang yang beriman, </span></i><i><span style="font-weight: 400;">diwajibkan atas kamu berpuasa</span></i><i><span style="font-weight: 400;"> sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al Baqarah [2] : 183)</span></p>
<p><strong>Baca Juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/27273-syarhus-sunnah-qashar-shalat-dan-pilihan-puasa-saat-safar.html">Syarhus Sunnah: Qashar Shalat dan Pilihan Puasa Saat Safar</a></span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini dapat dilihat pula pada pertanyaan seorang Arab Badui kepada Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">. Orang badui ini datang menemui Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dalam keadaan berambut kusut, kemudian dia berkata kepada beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">,”Beritahukan aku mengenai </span><span style="font-weight: 400;">puasa yang Allah wajibkan padaku</span><span style="font-weight: 400;">.” Kemudian Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><b>شَهْرَ رَمَضَانَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">”</span><i><span style="font-weight: 400;">(Puasa yang wajib bagimu adalah) </span></i><i><span style="font-weight: 400;">puasa Ramadhan</span></i><i><span style="font-weight: 400;">. Jika engkau menghendaki untuk melakukan puasa sunnah (maka lakukanlah)</span></i><span style="font-weight: 400;">.” (HR. Bukhari)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan kaum muslimin juga telah sepakat tentang wajibnya puasa ini dan sudah </span><i><span style="font-weight: 400;">ma’lum minnad dini bidhoruroh</span></i><span style="font-weight: 400;"> yaitu seseorang akan </span><b>kafir</b><span style="font-weight: 400;"> jika mengingkari wajibnya hal ini. Puasa ramadhan ini tidak gugur bagi orang yang telah dibebani syari’at kecuali apabila terdapat </span><i><span style="font-weight: 400;">‘udzur</span></i><span style="font-weight: 400;"> (halangan). Di antara </span><i><span style="font-weight: 400;">‘udzur</span></i><span style="font-weight: 400;"> sehingga mendapatkan keringanan dari agama ini untuk tidak berpuasa adalah orang yang sedang bepergian jauh (safar), sedang sakit, orang yang sudah berumur lanjut (tua renta) dan khusus bagi wanita apabila sedang dalam keadaan </span><i><span style="font-weight: 400;">haidh</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">nifas</span></i><span style="font-weight: 400;">, hamil atau menyusui (Lihat </span><i><span style="font-weight: 400;">Shohih Fiqh Sunnah</span></i><span style="font-weight: 400;">, II/89, 118-127)</span></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><b>Peringatan bagi Orang yang Sengaja Membatalkan Puasa</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada zaman ini kita sering melihat banyak di antara kaum muslimin yang meremehkan kewajiban yang agung ini. Jika kita lihat di bulan Ramadhan di jalan-jalan ataupun tempat-tempat umum, banyak orang yang mengaku muslim tidak melakukan kewajiban ini atau sengaja membatalkannya. Mereka malah terang-terangan makan dan minum di tengah-tengah saudara mereka yang sedang berpuasa tanpa merasa berdosa sama sekali. Padahal mereka adalah orang-orang yang diwajibkan untuk berpuasa dan tidak punya halangan sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang bukan sedang bepergian jauh, bukan sedang berbaring di tempat tidur karena sakit dan bukan pula orang yang sedang mendapatkan halangan </span><i><span style="font-weight: 400;">haidh</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau </span><i><span style="font-weight: 400;">nifas</span></i><span style="font-weight: 400;">. Mereka semua adalah orang yang mampu untuk berpuasa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai peringatan bagi saudara-saudaraku ini yang masih saja enggan untuk menahan lapar dan dahaga pada bulan yang diwajibkan puasa bagi mereka, kami bawakan sebuah kisah dari sahabat Abu Umamah Al Bahili </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu. </span></i><span style="font-weight: 400;">Beliau (Abu Umamah) menuturkan bahwa beliau mendengar Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,”</span><i><span style="font-weight: 400;">Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata,”Naiklah”. Lalu kukatakan,”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata,”Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu  aku bertanya,”Suara apa itu?” Mereka menjawab,”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.”</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. </span></i><span style="font-weight: 400;">Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya</span><i><span style="font-weight: 400;">,”Siapakah mereka itu?” </span></i><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">menjawab</span><i><span style="font-weight: 400;">,”</span></i><b><i>Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya</i></b><i><span style="font-weight: 400;">.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. An Nasa’i dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Al Kubra</span></i><span style="font-weight: 400;">, sanadnya shahih. Lihat </span><i><span style="font-weight: 400;">Shifat Shaum Nabi</span></i><span style="font-weight: 400;">, hal. 25).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lihatlah siksaan bagi orang yang membatalkan puasa dengan sengaja dalam hadits ini, maka bagaimana lagi dengan orang yang enggan berpuasa sejak awal Ramadhan dan tidak pernah berpuasa sama sekali. Renungkanlah hal ini, wahai saudaraku!</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/11375-tanda-amalan-puasa-ramadhan-diterima.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Tanda Amalan Puasa Ramadhan Diterima</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/482-hikmah-di-balik-puasa-ramadhan.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Hikmah di Balik Puasa Ramadhan</strong></span></a></li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">***</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Artikel https://rumaysho.com</span></p>
 