
<h2><strong>Agar Anak Terjaga</strong></h2>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Said bin al-Musayyib, pemimpin para ulama generasi Tabi’in berkata kepada anaknya, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">لَأَزِيْدَنَّ فِيْ صَلَاتِيْ مِنْ أَجْلِكَ رَجَاءَ أَنْ أُحْفَظَ فِيْكَ</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sungguh akan kutambahkan jumlah rakaat sholat sunnah yang kukerjakan demi dirimu agar dirimu terjaga karena sebab kebaikan yang kulakukan.” (Jami’ al-Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab al-Hanbali 1/467)</span></p>
<p><b>Keshalihan orang tua itu mempengaruhi kondisi anak</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana bisa jadi anak itu cenderung nakal karena kemaksiatan ayah ibunya, demikian anak itu terjaga sholat dan ibadahnya, perilaku dan fisiknya karena keshalihan orang tuanya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, orang tua yang baik dan sayang anak akan meningkatkan amal ibadah dan amal sholihnya setelah punya momongan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang tua yang baik setelah punya momongan akan menambah bilangan sholat Dhuha, lebih disiplin mengerjakan sholat Tahajjudnya, tidak lagi pernah tertinggal sholat rawatib 12 rakaat, makin rajin bersedekah dst. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diantara sebab anak nakal adalah karena jarang didoakan oleh ortu di akhir malam pada saat dan setelah sholat Tahajjud.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibadah dengan niat selain ridho Allah dan kenikmatan di akhirat itu diperbolehkan dengan syarat hal tersebut hanya sekedar niat sampingan, bukan niat utama. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah jadikan anak keturunan penulis dan semua pembaca tulisan ini anak keturunan yang membahagiakan orang tua karena ketaatan mereka kepada Allah dan rasul-Nya. Aamiin. </span></p>
<p> </p>
 