
<p><strong>Sunni dan Syiah</strong> – Adzan dan shalat merupakan dua ibadah yang agung. Shalat merupakan rukun Islam yang kedua. Shalat merupakan pembeda antara keimanan dan kekafiran. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Sesungguhnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat, maka ia kafir.</em>“(HR Muslim no. 978). Beliau juga menjelaskan parameter baiknya amalan seseorang itu dengan shalat,<br>
<!--more--><br>
<em>“Amalan seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya dan jika buruk maka buruklah seluruh amalannya.”</em> (HR. Thabraani)</p>
<p>Oleh karena itu, menunaikan shalat secara baik dan berkualitas harus menjadi perhatian bagi kaum muslimin. Baik dan berkualitas di sini maksudnya adalah sejauh mana shalat tersebut menyontoh tata cara shalat Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>; baik kekhusyuannya, gerak-geriknya, bacaannya, waktunya, dsb.</p>
<p>“<em>Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.</em>” (HR. Al-Bukhari no.628, 7246 dan Muslim no.1533)</p>
<p>Demikian juga dengan adzan, adzan juga merupakan syiar Islam yang agung, tidak sedikit orang-orang kafir yang tertarik dan bergetar hatinya ketika mendengar seruan adzan kemudian memeluk Islam. Rangkaian kalimat adzan bukanlah sesuatu yang tidak memiliki makna, ia merupakan cerminan akidah seseorang, yang ia yakini dan pegang teguh.</p>
<p>Setelah mengetahui kedudukan adzan dan shalat dalam Islam, pada kesempatan kali ini kami akan menunjukkan tata cara shalat orang-orang <strong>Syiah</strong>. Dengan mengetahui kalimat adzan dan tata cara shalat mereka, kita akan melihat gambaran akidah mereka.</p>
<h2>Adzan Syiah</h2>
<p>http://youtu.be/sc-TCzZk70c</p>
<p>Setelah mengucapkan <em>Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah</em>, adzan tersebut diikuti dengan <em><strong>Asyhadu anna ‘Aliyan Waliyullah</strong></em></p>
<p>Aku bersaksi bahwasanya Ali adalah wali Allah</p>
<p>Kemudian dilanjutkan <em><strong>Asyhadu anna Aliyan Amirol Mukminina wa Awladahu Al Ma’shumina Hujajullah</strong></em><br>
Aku bersaksi bahwa Ali pemimpin orang-orang beriman dan anak-anaknya yang makshum (para imam Syiah <em>pen.</em>) adalah hujah-hujah Allah.</p>
<p>Inilah gambaran tentang keyakinan Syiah yang sangat jauh berbeda dengan Ahlussunnah. Ahlussunnah mengagungkan Ali bin Abi Thalib, beliau memiliki banyak keutamaan yakni sebagai; sahabat nabi, ahlul baitnya, orang yang pertama-tama masuk Islam, dll. Namun Ahlussunnah tidak mengatakan beliau dan keturunannya makshum, terjaga dari kesalahan dan dosa. Orang-orang Syiah menjadikan persaksian ini sebagai <em>ushul</em> (pokok) agama.</p>
<p>Kemudian pula ada tambahan <em><strong>Hayya ‘ala Khoiril ‘amal</strong>,</em> artinya marilah berbuat sebaik-baik amal perbuatan. <em>Khoiril ‘amal</em> di sini bukanlah sebagai penguat untuk mengajak orang-orang shalat, di antara orang-orang Syiah menjelaskan bahwa sebaik-baik amalan adalah menaati Fathimah dan keturunannya yang suci.</p>
<h3>Tata Cara Shalat Syiah</h3>
<p>Berikut ini tata cara shalat Syiah:</p>
<p><iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/GdMewQV-If8?rel=0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Shalat berjamaah:</p>
<p><iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/Ipl8nVWJQLo?rel=0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>“<em>Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat</em>.” (HR. Al-Bukhari no. 628, 7246 dan Muslim no. 1533)</p>
<p>Nabi juga mengajarkan agar membaca Al Fatihah dalam setiap rakaat,</p>
<p class="arab">لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ</p>
<p><em>“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca al-fatihah.” </em>(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dan menjadikan imam untuk diikuti</p>
<p class="arab">إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَلاَ تُكَبِّرُوا حَتَّى يُكَبِّرَ، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَلَا تَرْكَعُوا حَتَّى يَرْكَعَ</p>
<p>“<em>Hanyalah imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka bila ia bertakbir, bertakbirlah kalian dan jangan kalian bertakbir hingga ia bertakbir. Bila ia ruku’ maka ruku’lah kalian dan jangan kalian ruku’ sampai ia ruku’ …</em>” (HR. Abu Dawud no. 603, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)</p>
<p>Mudah-mudahan pemaparan yang singkat ini dapat memberikan kita pengetahuan bahwasanya perselisihan antara Ahlussunnah dan Syiah bukanlah permasalahan <em>furu’iyah</em> atau permasalahan fiqh, akan tetapi permasalahan tersebut adalah permasalahan akidah. Kita semua menginginkan persatuan tetapi bersatu bukanlah saling menoleransi kesalahan dan kemaksiatan, bersatu itu saling menasihati dan memperbaiki dari kesalahan.</p>
<p><strong>Disusun oleh Nurfitri Hadi (Tim Konsultasi Syariah)</strong><br>
<strong> Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/adzan-dan-tata-cara-shalat-syiah" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
<h3>Materi terkait Syiah:</h3>
<p>1.<a href="../memberi-kelapangan-untuk-keluarga-di-hari-asyura" rel="nofollow" target="_blank">Pandangan Kelompok pada Hari Asyuro</a>.<br>
2. <a href="../peringatan-kematian-imam-husein" rel="nofollow" target="_blank">Peringatan Kematian Imam Husein oleh Syiah</a>.<br>
3. <a href="../kisah-nikah-mutah-sebuah-ironi" rel="nofollow" target="_blank">Kisah Nikah Mut’ah</a>.<br>
4. <a href="../nikah-mutah-ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Nikah Mut’ah Menurut Syiah</a>.<br>
5. <a href="../nikah-mutah-dalam-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Kerusakan <strong>Nikah Mut’ah</strong></a>.<br>
6. <a href="../media-pembela-syiah-indonesia" rel="nofollow" target="_blank">Media Pembela <strong>Ajaran Syiah</strong></a>.<br>
7. <a href="../ajaran-syiah" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (1)</a>.<br>
8. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-2" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (2)</a>.<br>
9. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-3" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syaih (3)</a>.<br>
10. <a href="../hakikat-ajaran-syiah-4" rel="nofollow" target="_blank">Hakikat Ajaran Syiah (4)</a>.<br>
11. <a href="../ajaran-syiah-dan-ahlul-bait" rel="nofollow" target="_blank">Ajaran Syiah dan Ahlul Bait</a>.<br>
12. <a href="../ahlul-bait-menurut-ahlussunnah" rel="nofollow" target="_blank">Ahlul Bait Menurut Syiah</a>.<br>
12. <a href="https://konsultasisyariah.com/alquran-menurut-syiah" target="_blank">Alquran Menurut Syiah</a>.</p>
 