
<p>Mengingat Allah (baca: dzikir) merupakan pokok daripada syukur. Manfaat yang besar dapat diperoleh dengan mengerjakan amalan ini. Namun, sayang sekali kebanyakan orang melupakan dan melalaikannya. Padahal, faedah dzikir itu banyak sekali, di antaranya adalah:</p>
<h2>Mendatangkan pertolongan Allah</h2>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Maka ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku pun akan mengingat kalian.”</em> (<strong>QS. al-Baqarah: 152</strong>)</p>
<h2>Mendatangkan ampunan dan pahala yang besar</h2>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah, lelaki maupun perempuan, maka Allah sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.” </em>(<strong>QS. al-Ahzab: 35</strong>)</p>
<h2>Sebab hidupnya hati</h2>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Perumpamaan orang yang mengingat Rabbnya (Allah) dengan orang yang tidak mengingat Rabbnya, seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang sudah mati.”</em> (<strong>HR. Bukhari</strong>)</p>
<h2>Mendatangkan ketentraman jiwa</h2>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Ingatlah, dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tentram.” </em>(<strong>QS. ar-Ra’d: 28</strong>)</p>
<h2>Jauh dari perangkap setan</h2>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Barangsiapa yang berpaling dari mengingat ar-Rahman maka akan Kami jadikan setan sebagai pendamping yang selalu menemaninya.” </em>(<strong>QS. az-Zukhruf: 36</strong>)</p>
<h2>Jalan menuju keikhlasan</h2>
<p>Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Sesungguhnya orang-orang munafik itu berusaha mengelabui Allah, sedangkan Allah justru mengelabui mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat maka mereka berdiri dengan penuh kemalasan, mereka mencari-cari pujian manusia, dan mereka sama sekali tidak mengingat Allah kecuali sedikit.” </em>(<strong>QS. an-Nisaa’: 142</strong>)</p>
<h2>Perlindungan Allah pada hari kiamat</h2>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Ada tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat… di antaranya adalah seorang lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan sepi, kemudian meneteslah air matanya.” </em>(<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>)</p>
<p style="text-align: left;">Dan yang perlu diingat bahwasanya dzikir yang benar adalah yang dilandasi keikhlasan niat dan dikerjakan dengan mengikuti Sunnah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. <em>Allahul muwaffiq</em>.</p>
<blockquote><p><em><strong>Baca juga: <a href="https://muslim.or.id/7043-bacaan-dzikir-setelah-shalat.html" target="_blank" rel="noopener">Bacaan Dzikir Setelah Shalat</a></strong></em></p></blockquote>
<p>—</p>
<p><strong>Penulis: <a href="http://abumushlih.com" target="_blank" rel="noopener">Abu Mushlih Ari Wahyudi</a></strong></p>
<p><strong>Artikel: <a href="https://muslim.or.id" target="_blank" rel="noopener">muslim.or.id</a></strong></p>
 