
<p><i>Tak kenal maka tak sayang! Tak kenal maka tak cinta!  </i></p>
<p><i>Tak mengenal Allah, bagaimana bisa cinta kepada-Nya?</i></p>
<p>Berkata Ibnul Qayyim <i>rahimahullah,</i></p>
<p>فكلما كان العلم به أتم كانت محبته أكمل</p>
<p>“Semakin seseorang mengenal Allah ,maka kecintaannya terhadap-Nya semakin sempurna”.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Mengenal Allah dengan belajar </b><b><i>Tauhidul Asma` wash Shifat</i></b></span></h4>
<p>Sebagaimana telah dijelaskan pada tulisan berjudul “<i>Wahai paranormal, apakah Anda telah mengesakan Allah?”</i>  tentang definisi t<i>auhidul asma` wash shifat</i>, maka berikut penjelasan singkat mengenai keutamaan <i>tauhidul asma` wash shifat</i>, yaitu:</p>
<ol>
<li>Sebagai tujuan penciptaan makhluk. Tujuan penciptaan makhluk ada dua, yaitu:
<ol>
<li type="a">
<i>Ma’rifatullah</i>, agar kita mengenal siapa Rabb kita melalui nama dan sifat-Nya. Allah <i>ta’ala</i> berfirman :
<p class="arab" align="center">{اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا}</p>
<p><i>”Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”. </i>(QS.Ath-Thalaaq: 12).</p>
</li>
<li type="a">
<i>‘Ibadatullah</i>, agar kita bisa beribadah hanya kepada-Nya saja dengan benar.Allah <i>ta’ala</i> berfirman,
<p class="arab" align="center">{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ}</p>
<p>”<i>Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.</i>(QS.Adz-Dzaariyaat : 56).</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol start="2">
<li>Rukun Iman yang pertama dan pokok dari seluruh rukun-rukun Iman yang lain. Allah <i>ta’ala</i> berfirman :
<p class="arab" align="center">{لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ }</p>
<p><i>”Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, Kitab-Kitab, dan Nabi-Nabi”.</i> (QS.Al-Baqarah : 177).</p>
</li>
</ol>
<ol start="3">
<li>Paling agung, paling utama, dan paling banyak disebut dalam <i>Al-Qur`an</i>. Buktinya hampir setiap ayat <i>Al-Qur`an</i> ditutup dengan penyebutan nama atau sifat Allah.Sebagaimana dinyatakan oleh Penulis <i>Sittu Duror</i>, hal. 34.</li>
</ol>
<ol start="4">
<li>Sebagai asas perbaikan hati dan badan karena kedudukannya membangun pengetahuan tentang Allah dan <i>tauhid</i> dalam Islam seperti kedudukan memperbaiki hati di dalam jasad dikarenakan ma’rifatullah dan tauhid itu letaknya dalam hati, dan memperbaiki serta menyempurnakan keimanan dalam hati. Allah <i>ta’ala</i> berfirman :
<p class="arab" align="center">{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ}(24)</p>
<p><i>Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,</i></p>
<p class="arab" align="center">{تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ}(25)</p>
<p><i>pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.</i> (QS.Ibrahim : 24-25).</p>
</li>
</ol>
<ol start="5">
<li>Sebagai pokok dari seluruh ilmu yang bermanfaat karena seluruh ilmu itu dasarnya adalah <i>ma’rifatullah</i>, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnul Qoyyim <i>rahimahullah</i>.</li>
<li>Sebagai penarik dan pengokoh <i>Arkanu’Ibadah Al-Qolbiyyah </i>(rukun-rukun ibadah hati); <i>mahabbah</i> (cinta); <i>khauf</i> (takut); dan <i>raja` </i>(harapan).</li>
</ol>
<p>Semoga Allah memudahkan kita mengenal tentang diri-Nya dan menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya ,sehingga kelak bisa berjumpa dengan-Nya dan melihat wajah-Nya, a<i>min.</i></p>
[Diolah dari kitab Fiqhul Asma`il Husna, Syaikh Prof. Dr. Abdur Razzaq Al-Badr hafidzhahullah dan kitab Sittu Duror, Syaikh Ramadhani hafidzhahullah]
<p>—</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu ‘Ukkasyah</p>
<p>Artikel Muslim.Or.Id</p>
 