
<p><strong>Kiat kesepuluh untuk menggapai keberkahan: Bekerja di waktu pagi.</strong></p>
<p>Di antara metode agar keberkahan dari Allah dapat kita peroleh ialah  dengan memupuk subur semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta  menyingkirkan sejauh-jauhnya sifat malas. Yang demikian itu dengan cara  memanfaatkan setiap waktu yang Allah karuniakan kepada kita pada hal-hal  yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita. Dan di  antara waktu yang paling bagus untuk bekerja dan mencari rezeki ialah  waktu pagi, oleh karenanya Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">(اللهم بارك لأمتي في بُكُورِهَا (رواه أبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجة وصححه الألباني</p>
<p>“<em>Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka.</em>” (HR. Riwayat Abu Dawud, at-Tirmizy, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh al-Albani).</p>
<p>Para pen-syarah hadits ini menyatakan, bahwa hikmah dikhususkannya  waktu pagi dengan doa keberkahan adalah karena waktu pagi adalah waktu  dimulainya berbagai aktivitas manusia, dan padanya seseorang merasakan  semangat dan selesai dari beristirahat, oleh karenanya beliau mendoakan  keberkahan pada waktu ini agar seluruh umatnya mendapatkan bagian dari  doanya.</p>
<p>Sebagai penerapan langsung dari doanya ini, dahulu Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bila mengutus pasukan perang, beliau mengutusnya pada pagi hari,  sehingga pasukan dan peperangan tersebut menjadi pasukan dan peperangan  yang diberkahi dan mendapatkan pertolongan serta kemenangan.</p>
<p>Contoh nyata kedua dari keberkahan waktu pagi ialah apa yang  dilakukan oleh sahabat Shakhr al-Ghamidy, beliau adalah sahabat yang  meriwayatkan hadits ini dari Nabi  <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Beliau adalah seorang pedagang, setelah ia mendengarkan hadits ini dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> iapun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya  melainkan pada pagi hari, dan benar, keberkahan Allah dapat beliau  peroleh, sehingga dinyatakan pada riwayat di atas, bahwa  perniagaannyapun berhasil, hartanya melimpah ruah.</p>
<p>Berdasarkan hadits ini pula, sebagian ulama menyatakan, bahwa tidur pada pagi hari adalah makruh hukumnya.</p>
<p>Hadits di atas juga merupakan bukti nyata, bahwa agama Islam tidak  mengajarkan kepada umatnya untuk hidup bermalas-malasan, lemah semangat,  dan rendah cita-cita. Islam senantiasa mengajarkan kepada umatnya untuk  hidup produktif, bermanfaat, baik untuk diri sendiri atau orang lain,  dan berjiwa besar dengan mewujudkan cita-citanya walau setinggi langit.</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">على كل مسلم صدقة. قيل: أرأيت إن لم يجد؟ قال: يعتمل بيديه فينفع نفسه  ويتصدق. قال: قيل: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: يعين ذا الحاجة الملهوف. قال:  قيل له: أرأيت إن لم يستطع؟ قال: يأمر بالمعروف أو الخير. قال: أرأيت إن لم  يفعل؟ قال: يمسك عن الشر، فإنها صدقة. رواه مسلم</p>
<p>“<em>Wajib atas setiap orang muslim untuk bersedekah. Dikatakan  kepada beliau, ‘Bagaimana bila ia tidak mampu?’ Beliau menjawab, ‘Ia  bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia menghasilkan kemanfaatan  untuk dirinya sendiri dan juga bersedekah.’ Dikatakan lagi kepadanya,  ‘Bagaimana bila ia tidak mampu?’ Beliau menjawab, ‘Ia membantu orang  yang benar-benar dalam kesusahan.’ Dikatakan lagi kepada beliau,  ‘Bagaimana bila ia tidak mampu?’ Beliau menjawab, ‘Ia memerintahkan  dengan yang ma’ruf atau kebaikan.’ Penanya kembali berkata, ‘Bagaimana  bila ia tidak (mampu) melakukannya?’ Beliau menjawab, ‘Ia menahan diri  dari perbuatan buruk, maka sesungguhnya itu adalah sedekah.</em>”  (HR. Muslim).</p>
<p>Dan pada hadits lain, beliau bersabda,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">المؤمن القوي خير وأحب إلي الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير. احرص على ما  ينفعك واستعن بالله ولا تعجز، وإن أصابك شيء فلا تقل: لو أني فعلت كذا  وكذا، لكان كذا وكذا، ولكن قل: قدر الله وما شاء فعل، فإن لو تفتح عمل  الشيطان. رواه مسلم</p>
<p>“<em>Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh  Allah dibanding seorang mukmin yang lemah, dan pada keduanya terdapat  kebaikan. Senantiasa berusahalah untuk melakukan segala yang berguna  bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau  menjadi lemah. Dan bila engkau ditimpa sesuatu, maka janganlah engkau  berkata, ‘Seandainya aku berbuat demikian, demikian, niscaya akan  terjadi demikian dan demikian.’ Akan tetapi, katakanlah, ‘Allah telah  menakdirkan dan apa yang Ia kehendakilah yang akan Ia lakukan, karena  ucapan “seandainya” akan membukakan (pintu) godaan setan.</em>”  (HR. Muslim).</p>
<p>Artikel <a href="http://www.PengusahaMuslim.com" target="_blank">www.PengusahaMuslim.com</a></p>
 