
<p><strong>Kiat keempat menggapai keberkahan: Mendirikan shalat. </strong></p>
<p>Ibadah shalat benar-benar memiliki peranan yang sangat besar dalam  kehidupan seorang muslim. Oleh karena itu, tidak heran bila Allah <em>Ta’ala</em> mewajibkannya atas setiap muslim, baligh dan berakal. Shalat yang  ditegakkan dengan baik, dengan menyempurnakan syarat, rukun,  wajib-wajibnya, benar-benar akan mewarnai karakter dan kepribadian  seorang muslim, sehingga ia akan menjadi seorang yang berperangai baik,  berbudi luhur, hidupnya dipenuhi dengan kebahagiaan dan kedamaiaan.</p>
<p>Bila shalat telah mewarnai kehidupan seseorang, maka tidaklah ia  bertutur kata melainkan dengan yang baik dan tidaklah akan berbuat  kecuali yang baik, serta tidaklah akan mendapatkan kecuali yang baik  pula. Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ</p>
<p>“<em>Dan tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar</em>.” (Qs. al-Ankabut: 45).</p>
<p>Bukan hanya berhenti sebatas itu saja, akan tetapi shalat juga akan  mendatangkan kemampuan dan kemudahan yang luar biasa bagi kita ketika  menghadapi kesulitan. Inilah alasan mengapa dahulu Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>senantiasa  bersegera menjalankan shalat di saat menghadapi kesulitan atau  permasalahan, sebagaimana yang dikisahkan oleh sahabat Hudzaifah bin  al-Yaman (sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dihasankan oleh  al-Albani).</p>
<p>Di antara peranan shalat ialah menjadi penyebab dilapangkan dan diberkahinya rezeki kita. Oleh karena itu, Allah <em>Ta’ala </em>berfirman kepada Nabi-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى </p>
<p>“<em>Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan shalat dan  bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki  kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik)  itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.</em>”  (Qs. Thaha: 132).</p>
<p>Ulama ahli tafsir menjelaskan, bahwa bila seseorang telah menegakkan  shalat dengan baik, dengan menyempurnakan rukun, wajib, dan khusuknya,  niscaya rezekinya akan mendatanginya dari jalan-jalan yang tidak ia  sangka-sangka (<em>Tafsir ath-Thabary</em>, 16/236 dan <em>Tafsir Ibnu Katsir,</em> 3/172).</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Amiin asy-Syinqithy berkata, “Bila seorang hamba  sedang tegak berdiri bermunajat di hadapan Allah, sambil membaca  ayat-ayat-Nya, niscaya dunia beserta seluruh isinya akan menjadi remeh  baginya. Yang demikian itu, karena ia mengharapkan kebahagiaan hidup di  sisi Allah dan takut dari kemurkaan-Nya. Bila demikian adanya, akan  menjadi mudah baginya untuk menjauhi segala yang tidak diridhai Allah,  sehingga Allah-pun akan melimpahkan rezeki dan hidayah kepadanya.” (<em>Adhwaa’ul Bayan</em>, 1/38).</p>
<p>Bila demikian, maka tidak mengherankan bila dahulu Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bila menghadapi kesusahan dalam urusanya, beliau segera mendirikan shalat.</p>
<p>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A<br> Artikel <a href="http://www.PengusahaMuslim.com" target="_blank">www.PengusahaMuslim.com</a></p>
 