
<p>Kepemimpinan yang buruk ada disekitar kita, ini kenyataan hidup dan  nampaknya mereka menemukan jalan untuk tetap melakukan pekerjaannya.  Mereka lebih fokus pada kebutuhan personal dan bukan pada kebutuhan  profesional yang ada dibawah mereka. Mereka mengalami saat yang berat   untuk mengembangkan karyawan mereka karena kurangnya teknik manajemen  yang baik untuk melakukannya. Pemimpin adalah seseorang yang akan Anda  ikuti menuju tempat yang tidak ingin Anda kunjungi sendirian.  Kepemimpinan adalah tentang tindakan bukan status.</p>
<p>Namun, pertanyaannya adalah, bagaimana kita tahu saat kita berkaitan  dengan individu yang memiliki kekurangan ini. Seorang manajer yang buruk  menghabiskan banyak waktunya untuk hal-hal yang dianggapnya membuat dia  sibuk dan teratur. Saya sudah mengembangkan panduan kecil yang bisa  menunjukkan dengan tepat ke pemimpin tersebut.</p>
<p><strong>Pemimpin yang tidak kompeten akan:</strong></p>
<ol>
<li>Mendelegasikan pekerjaan daripada menyeimbangkan beban kerja.  Ini  menyebabkan semua perhatian dialihkan dari mereka jika terjadi  kegagalan. Mereka nampak seperti mengatur orang tapi sesungguhnya mereka  menciptakan ketidakseimbangan kerja dalam kelompok. Ini akan  menyebabkan kelebihan wakt yang tidak diperlukan dan dibawah utilisasi  yang lain. Manajer yang baik menyadari ketrampilan yang dimiliki  orang-orang dibawahnya dan harus mengalokasikan kerja saat mencoba untuk  memperkaya ketrampilan setiap orang agar menjadi lebih produktif. </li>
<li>Mengurangi jawaban dengan memberikan jawaban Ya atau Tidak  daripada memberikan alasan penjelasan. Ini merupakan contoh krisis  manajer yang tidak bisa berpikir lebih jauh daripada beberapa jam  kedepan. Tipe ‚yes/no’ manajer menemukan ini hanya membuang waktu mereka  untuk menemukan jawaban yang benar melalui pemikiran intelektual.  Mereka sudah memikirkan krisis berikutnya. </li>
<li>Tidak memisahkan kehidupan personal dengan kehidupan profesional.  Mereka akan membawa masalah profesional ke tempat kerja. Bekerja dengan  tipe manajer seperti ini bisa jadi dramatis. Mereka tidak bisa  memisahkan ketidakseimbangan emosional ketika mengatur orang-orangnya.  Mereka kurang fokus dan tidak memberikan perhatian dan arahan yang Anda  butuhkan untuk sukses. </li>
<li>Mengelola krisis. Jika Anda adalah perusahaan yang mengalami  krisis manajer, maka Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada inovasi  dan kemajuan. Pemikiran proaktif penting bagi kesuksesan perusahaan.  Jika Anda tidak menemukan cara untuk menghentikan atau mengurangi jumlah  krisis yang harus dikelola, maka kompetisi akan melewati Anda. Pemimpin  harus berpikir di luar kotak dan membuat perubahan. </li>
<li>Menciptakan lingkungan dimana kesalahan tidak bisa  diterima.Bertanggung-jawab atas keputusan yang salah adalah hal yang  mereka takutkan. Membuat kesalahan hanya membantu Anda menjadi orang,  manajer yang lebih baik dsb. Saya menggunakan analogi pemain basket yang  tidak memiliki foul. Jika mereka tidak mengejar bola dan mengambil  peluang dengan musuh mereka, maka mereka harus bekerja keras. Ambil  peluang dan jangan takut. </li>
<li>Merendahkan atau menegur karyawan dalam kelompok. Ini adalah tanda  yang jelas dan bisa dilihat dari pemimpin yang buruk.  Seorang pemimpin  yang baik menjauhkan masalah karyawan dari kelompok menjadi bagian yang  lebih pribadi. Jika Anda memiliki bos yang melakukan ini, maka ini  saatnya mengunjungi HRD. </li>
<li>Tidak berdiri dibalik bawahan saat mereka gagal.  Jangan biarkan  orang-orang Anda tanpa ketidakjelasan. Selalu berikan dukungan, benar,  salah, atau tidak peduli. Jika seorang karyawan berusaha melakukan yang  terbaik dalam sebuah situasi dan ternyata mereka gagal. Mereka harus  dihargai atas upaya yang dilakukannya dan tidak dihukum atas  kegagalannya. </li>
<li>Mendorong bekerja keras, bukan bekerja dengan cerdas. Saya tidak  terkesan dengan kerja keras. Kerja keras ditentukan oleh waktu. Pekerja  cerdas adalah mereka yang saya hire dan pelihara. Pekerja cerdas  memahami konsep manajemen waktu dan multi-tasking. Pemimpin yang buruk  kehilangan ini. Pekerja yang cerdas memiliki pemikiran yang metodologis  dan biasanya sukses karena kemampuan mengelola proyek dan waktu.     Pekerja keras membutuhkan waktu dua kali lebih banyak dalam melakukan  pekerjaannya. Penting untuk menungaskan pekerjaan berdasarkan  ketrampilan dan kepribadian. </li>
<li>Menilai orang dari jam kerja bukan kinerja. Ini mirip dengan  #8.  Sekali lagi, saya tidak terkesan dengan lembur. Mereka sudah kehilangan  perspektif  keseimbangan yang sehat. Manajer yang buruk akan  mempromosikan karyawan yang bekerja dengan jam yang lama dan tidak  memandang orang yang cerdas yang bekerja dengan waktu yang lebih  sedikit….artinya memiliki manajemen pengaturan yang lebih baik. Berhenti  menatap kunci. </li>
<li>Bertindak dengan berbada dihadapan para pemimpin mereka. Ini  merupakan indikasi kepercayaan diri yang rendah. Mereka memiliki  keraguan terhadap kemampuan memimpin mereka dan bertindak seperti anak  kecil saat ditunjukkan otoritas. Orang yang percaya diri bertindak sama  di orang sekelilingnya. Ingatlah, hormati mereka, tapi juga menghormati  diri sendiri.</li>
</ol>
<p>Penulis: Chris Ortiz adalah seorang konsultan senior dan pemilik  Kaizen Assembly. Dia memiliki pengalaman di karir profesionalnya dengan  bekerja di perusahaan Fortune 500, mengajar  dan memandu mereka agar  bisnisnya lebih efisien. Dia telah mendesain dan mengkonstruksi lebih  dari 100 jalur assembly dan proses manufaktur yang berhasil menghemat  jutaan dolar dan mengurangi waste.</p>
<p>Dia sebagai penulis lebih dari 40 buku: Under Poor Leadership dan Ten  Signs of an Incompetant Leader telah menerima pengakuan internasional.  Chri pernah dimua di   Chicago Tribune, Seattle Times, Orlando Sentinel,  dan berbagai newsletter dan majalah bisnis. Dia aktif menjadi pembicara  di berbagai tempat kerja dengan mengangkat isu terkit dan menulis  artikel mengenai kepemimpinan, lembur, dan program berbasis karyawan.</p>
<p>Sumber:  www.kaizenassembly.com</p>
<p>Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com</p>
<p>Artikel: <a title="www.pengusahamuslim.com" target="_blank">www.pengusahamuslim.com</a></p>
 