
<p><span style="font-weight: 400;">Ketahuilah bahwa semua rezeki itu dari Allah Ta’ala. Terkadang Allah luaskan rezeki kepada seseorang, terkadang Allah sempitkan. Tugas kita adalah menerima semua putusan Allah dengan sabar, syukur dan qana’ah (merasa cukup) dengan apa yang Allah karuniakan. Inilah kunci kebahagiaan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">قد أفلحَ من أسلمَ ، ورُزِقَ كفافًا ، وقنَّعَه اللهُ بما آتاهُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sungguh beruntung orang yang sudah berislam, lalu Allah beri rezeki yang secukupnya, dan Allah jadikan hatinya qana’ah (merasa cukup) dengan apa yang dikaruniakan kepadanya” (HR. Muslim no. 1054).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/28712-bimbingan-islam-untuk-si-kaya-dan-si-miskin-1.html" data-darkreader-inline-color="">Bimbingan Islam Untuk Si Kaya Dan Si Miskin</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun kebanyakan kita terkalahkan oleh hawa nafsu sehingga merasa tidak pernah cukup. Demikianlah umumnya manusia, betapapun banyak yang Allah berikan, terasa tidak pernah cukup. Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا، وَلاَ يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Andai bani Adam memiliki dua lembah yang penuh dengan harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut bani Adam kecuali tanah (yaitu kematian)” (HR. Bukhari no.6436 dan Muslim no.1048).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terkadang, betapapun banyak yang Allah berikan, masih saja seseorang merasa miskin dan kurang. Sehingga hidupnya tidak pernah bahagian karena terkungkung oleh perasaannya yang senantiasa merasa kurang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka, mari kita kenali sebab-sebab seseorang senantiasa merasa miskin dan merasa kurang, semoga kita bisa merenungkan dan mengambil faedah darinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seseorang akan terus merasa miskin dan kurang ketika:</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> 1. Karena tujuan hidup dan ambisi terbesarnya masih mencari dunia, bukan akhirat</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang yang ambisi terbesarnya adalah dunia, Allah jadikan kefakiran di depan matanya, ia merasa miskin terus. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ</span>.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Barangsiapa ambisi terbesarnya adalah dunia, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, </span></i><i><span style="font-weight: 400;">Allah jadikan kefaqiran di depan matanya</span></i><i><span style="font-weight: 400;">, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali sesuai apa yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang ambisi terbesarnya adalah akhirat, Allah akan memudahkan urusannya, Allah jadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam ia tidak menyangkanya</span></i><span style="font-weight: 400;">” (HR. Ahmad, dishahihkan Al Albani dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Ash Shahihah</span></i><span style="font-weight: 400;"> no. 950).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> mengatakan:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">محب الدنيا لا ينفك من ثلاث : هم لازم و تعب دائم و حسرة لا تنقضي</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“pecinta dunia tidak lepas dari 3 hal: kegalauan yang terus-menerus, keletihan yang terus-menerus, dan kekecewaan yang tiada berakhir” (Ighatsatul Lahafan, 1/37).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/25005-ada-yang-miskin-dan-ada-yang-kaya-apa-hikmahnya.html" data-darkreader-inline-color="">Ada Yang Miskin Dan Ada Yang Kaya, Apa Hikmahnya?</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> 2. Karena jahil terhadap ilmu agama</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ilmu membuat pemiliknya jauh dari cinta dunia, dan sadar bahwa akhirat adalah tujuan. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> mengisahkan tentang Qarun:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar</span></i><span style="font-weight: 400;">“” (QS. Al Qashash: 79-80).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang yang berilmu akan paham kekayaan hakiki bukanlah kaya harta benda, namun kekayaan hakiki adalah kaya hati. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Bukanlah kekayaan itu adalah banyaknya harta benda, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Muslim no.6446, Muslim no. 1051).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/22791-orang-miskin-bisa-mengalahkan-orang-kaya-yang-berhaji.html" data-darkreader-inline-color="">Orang Miskin Bisa Mengalahkan Orang Kaya yang Berhaji</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> 3. Karena mengikuti bisikan setan dengan melakukan maksiat dan berbuat bid’ah</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena setanlah yang menakut-nakuti dengan kefakiran lalu menyuruh manusia berbuat maksiat, bid’ah dan kesyirikan demi untuk mencari dunia. Allah Ta’ala berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al Baqarah: 268).</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang yang terbawa oleh bisikan setan ini akan terus merasa kurang dan kurang, sehingga akhirnya ia menjalani jalan-jalan yang haram untuk mendapatkan harta.</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> 4. Karena banyak bergaul dengan orang kaya, kurang bergaul dengan orang miskin</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang yang banyak bergaul dengan orang-orang kaya, yang memiliki harta lebih banyak darinya, ia akan menganggap remeh nikmat Allah yang ia dapatkan. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Bukhari – Muslim).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Banyak bergaul dengan orang-orang yang miskin dan lemah akan melembutkan hati dan menjauhkan jiwa dari cinta dunia. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أنَّ رجلا شكا إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ قسوةَ قلبِه فقال له إنْ أردتَ تَليينَ قلبِكَ فأطعمِ المسكينَ وامسحْ رأسَ اليتيمِ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Ada seorang yang mengeluhkan kerasnya hatinya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda kepada orang tersebut: “Jika engkau ingin melembutkan hatimu, berilah makanan pada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Ahmad, 2/ 263, dishahihkan Al Albani dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Silsilah Ash Shahihah</span></i><span style="font-weight: 400;"> no. 854).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/11942-muslim-nampak-miskin-kafir-hidup-kaya.html" data-darkreader-inline-color="">Muslim Nampak Miskin, Kafir Hidup Kaya</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> 5. Kurang mensyukuri nikmat-nikmat yang kecil</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika hal-hal kecil tidak disyukuri, maka nikmat-nikmat yang besar tidak akan disyukuri dan terus merasa kurang. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَن لا يشكرُ القَليلَ لا يَشكرُ الكثيرَ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Orang yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak akan bersyukur pada nikmat yang banyak”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Ahmad no. 18449, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.3014).</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> 6. Hati yang sakit dan mati</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Sehingga tidak memiliki tawakkal, husnuzhan billah, qana’ah, syukur, dan ibadah-ibadah hati lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أَفَتَرى قِلَّةَ المالِ هو الفقرَ ؟ . قلتُ : نعم يا رسولَ اللهِ ! قال : إنما الغنى غنى القلبِ ، و الفقرُ فقرُ القلبِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Apakah kalian menyangka kefakiran itu adalah kekurangan harta?”. Abu Dzar menjawab: “iya wahai Rasulullah”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya kekayaan hakiki itulah kekayaan hati, dan kefakiran itu adalah kefakiran hati” (HR. Ibnu Hibban no.685, Al Hakim no. 7929, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 827).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hati yang sehat akan merasakan ketenangan dan manisnya iman, tidak ada perasaan susah karena kurangnya harta. Allah Ta’ala berfirman:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"> <span style="font-size: 21pt;">هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Fath: 4).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/9847-empati-pendidikan-untuk-anak-miskin.html" data-darkreader-inline-color="">Empati Pendidikan Untuk Anak Miskin</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> 7. Kurang ibadah</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena Allah menjanjikan orang yang banyak beribadah akan diberikan rasa lapang di dada dan akan dicegah dari kefakiran. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّ اللهَ يقولُ يا ابنَ آدمَ : تَفَرَّغْ لعبادَتِي أملأْ صدركَ غِنًى وأسُدُّ فقرَكَ ، وإِنْ لَّا تفعلْ ملأتُ يديْكَ شُغْلًا ، ولم أسُدَّ فقْرَكَ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Wahai manusia! Habiskan waktumu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan akan Aku tutup kefaqiranmu. Jika engkau tidak melakukannya, maka akan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan tutup kefaqiranmu’”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. At Tirmidzi no. 2466, dishahihkan Al Albani dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Shahih At Tirmidzi</span></i><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka perbanyaklah ibadah dan ikhlaslah dalam beribadah, niscaya Allah akan berikan kecukupan.</span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> 8. Penghasilan atau pekerjaannya haram</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena harta yang haram tidak ada keberkahan di dalamnya, semua yang didapatkan akan terasa kurang dan sedikit kebaikannya. Contohnya harta riba, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Allah menghancurkan harta riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Al Baqarah [2]: 276).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لا يَدْخُلُ الجنةَ لحمٌ نبت من السُّحْتِ، وكلُّ لحمِ نبت من السُّحتِ ؛ كانتِ النارُ أوْلَى به</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak masuk surga, daging yang tumbuh dari harta haram. Setiap daging yang tumbuh dari harta haram, maka api neraka lebih layak baginya” (HR. Ahmad no.15284, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah[6/214]).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/25323-fitnah-dunia-yang-menggoda.html" data-darkreader-inline-color="">Fitnah Dunia Yang Menggoda</a></strong></p>
<h2 style="text-align: left;"><b> 9. Tidak mau bekerja dan malas</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika seseorang tidak mau berusaha dan malas mencari rezeki bagaimana mungkin ia lepas dari kefakiran? Maka bagi laki-laki, tidak boleh malas dan enggan bekerja. Umar radhiyallahu ‘anhu:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">يا معشر القراء (أي العباد) ارفعوا رؤوسكم، ما أوضح الطريق، فاستبقوا الخيرات، ولا تكونوا كلاً على المسلمين</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Wahai para pembaca Qur’an (yaitu ahli ibadah), angkatlah kepada kalian (baca: bekerjalah!), sehingga teranglah jalan. Lalu berlombalah dalam kebaikan. Dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Al Baihaqi dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Syu’abul Iman</span></i><span style="font-weight: 400;">).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Para lelaki kaum Muslimin tidak boleh malas bekerja, karena mereka bertanggung-jawab memenuhi nafkah keluarganya. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الْمُؤْمِنُ القَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إلى اللهِ مِنَ المُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وفي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ علَى ما يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ باللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ، وإنْ أَصَابَكَ شيءٌ، فلا تَقُلْ لو أَنِّي فَعَلْتُ كانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللهِ وَما شَاءَ فَعَلَ، فإنَّ لو </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. Namun setiap Mukmin itu baik. Semangatlah pada perkara yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam perkara tersebut), dan jangan malas. JIka engkau tertimpa musibah, maka jangan ucapkan: andaikan saya melalukan ini dan itu. Namun ucapkan: “qadarullah wa maa-syaa-a fa’ala (ini takdir Allah, apa yang Allah inginkan itu pasti terjadi)”. Karena ucapkan “andaikan…” itu akan membuka pintu setan”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Muslim no. 2664).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/26926-belajar-bersabar-bersama-syaikhul-islam-ibnu-taimiyah.html" data-darkreader-inline-color="">Belajar Bersabar Bersama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b> 10. Jarang berdoa</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Padahal Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">mengajarkan banyak doa-doa agar terhindar dari kefakiran. Diantaranya:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran… ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur… tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau” (HR. Abu Daud no.5092, dihasankan Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam beliau biasa berdoa:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan)” (HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan doa-doa lainnya yang berasal dari Al Qur’an dan Sunnah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka pembaca yang budiman, mari kita kenali dan renungkan poin-poin di atas, dan kita tumpas segera sehingga kita terbebas dari perasaan selalu miskin dan selalu kurang.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/20127-bersyukur-ketika-senang-dan-bersabar-ketika-mendapat-bencana.html" data-darkreader-inline-color="">Bersyukur Ketika Senang, Bersabar Ketika Mendapat Bencana</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/8883-rahasia-syukur-sabar-dan-istighfar.html" data-darkreader-inline-color="">Rahasia Syukur, Sabar, dan Istighfar</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah ta’ala memberi taufik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">**</span></p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color="">Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim. Or.Id</a></span></strong></p>
 