
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <a href="https://muslim.or.id/33387-10-kiat-istiqomah-10.html">10 Kiat Istiqomah (10)</a></em></p>
<p><b>KIAT KEENAM:</b></p>
<p><b>“Istiqomah tidak terwujud kecuali dengan ikhlas karena Allah dan dengan pertolongan Allah, serta sesuai dengan perintah Allah”</b></p>
<p>Keistiqomahan seorang hamba tidaklah terwujud kecuali dengan tiga perkara, yaitu:</p>
<ol>
<li>
<b> Dengan ikhlas karena Allah (</b><b><i>Lillah</i></b><b>),</b> maksudnya: seorang hamba dalam beristiqomah meniti jalan Allah <i>Tabaraka wa Ta’ala</i> yang lurus dan melaksanakan agama Islam ini haruslah ikhlas karena Allah <i>Tabaraka wa Ta’ala</i>, dalam rangka melaksanakan perintah Allah <i>Tabaraka wa Ta’ala, </i>mengharap perjumpaan dengan-Nya, pahala-Nya dan ridho-Nya.</li>
</ol>
<p>Allah <i>Tabaraka wa Ta’ala</i> berfirman:</p>
<p style="text-align: right;"><b>وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ </b></p>
<p>“<i>Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus”</i> (QS. Al-Bayyinah: 5).</p>
<p style="text-align: right;"><b> فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ</b></p>
<p>“<i>Maka istiqomahlah (dengan mengikhlaskan ibadah) kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya” </i>(QS. Fushshilat: 6).</p>
<p><b>Faidah:</b></p>
<p>Seorang hamba yang ikhlas karena Allah dalam beristiqomah dan meniti jalan Allah <i>Tabaraka wa Ta’ala</i> yang lurus, maka terhindar dari riya’ dan seluruh bentuk kesyirikan.</p>
<ol start="2">
<li>
<b> Dengan pertolongan Allah (</b><b><i>Billah</i></b><b>),</b> maksudnya: seorang hamba dalam merealisasikan istiqomah dalam niat, ucapan maupun perbuatan serta agar tetap terjaga keistiqomahannya haruslah memohon pertolongan kepada Allah <i>Tabaraka wa Ta’ala </i>semata.</li>
</ol>
<p>Sesungguhnya hal ini adalah pengamalan firman Allah <i>Tabaraka wa Ta’ala</i>:</p>
<p style="text-align: right;"><b> فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ</b></p>
<p><i>“Maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepada-Nya” </i>(QS. Hud: 123).</p>
<p style="text-align: right;"><b>إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ </b></p>
<p>“<i>Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah, dan hanya kepada Engkau-lah kami meminta pertolongan” </i>(QS. Al-Fatihah: 5).</p>
<p>Dalam hadits Abu Hurairah <i>radhiyallahu ‘anhu </i>yang diriwayatkan oleh Imam Muslim <i>rahimahullah, </i> Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wasallam</i> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;"><b>احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بالله</b></p>
<p><i>“Semangatlah mendapatkan perkara yang bermanfaat bagimu dan memohonlah pertolongan kepada Allah.”</i></p>
<p><b>Faidah:</b></p>
<p>Seorang hamba dalam beribadah dan menjalankan ketaatan kepada Allah <i>Ta’ala </i>dengan memohon pertolongan kepada Allah <i>Ta’ala </i>berarti telah menggabungkan dua perkara yang termulia dan teragung, yaitu:</p>
<p>Pertama, beribadah kepada Allah <i>Ta’ala</i> yang merupakan tujuan termulia bagi seorang hamba.</p>
<p>Kedua, memohon pertolongan kepada Allah <i>Ta’ala</i> dan bertawakal kepada-Nya semata yang merupakan sarana yang teragung.</p>
<p>Dengan memohon pertolongan kepada Allah <i>Ta’ala </i>dalam beribadah kepada-Nya, maka seorang muslim akan terjaga dari ‘ujub, membangga-banggakan amalannya dan merendahkan saudaranya.</p>
<ol start="3">
<li>
<b></b> <b>Sesuai dengan perintah Allah (</b><b><i>‘Ala amrillah</i></b><b>)</b>, maksudnya: hati dan anggota tubuh lahiriyah dalam berucap dan berbuat dan dalam beristiqomah haruslah sesuai dengan syariat Allah dan sesuai dengan <i>Ash-Shirooth Al-Mustaqiim.</i>
</li>
</ol>
<p>Sebagaimana tafsir Ibnu Abbas <i>radhiyallahu ‘anhu </i>terhadap firman Allah:</p>
<p style="text-align: right;"><b>ثُمَّ اسْتَقَامُوا</b></p>
<p><i>“…kemudian mereka istiqomah…”, </i>beliau berkata:</p>
<p style="text-align: right;"><b>أي استَقاموا في أداءِ الفَرائض</b></p>
<p>“Maksudnya: istiqomah dalam menunaikan kewajiban”.</p>
<p>Al-Hasan <i>rahimahullah </i>mengatakan:</p>
<p style="text-align: right;"><b>استقاموا على أمْر الله فعَملُوا بطاعتِه، واجتَنبوا معصيتَه</b></p>
<p>“Mereka istiqomah di atas perintah Allah sehingga mereka mengamalkan amalan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi maksiat kepada-Nya”.</p>
<p>Dan maksud dari “perintah Allah” di dalam ucapan Al-Hasan <i>rahimahullah </i>tersebut adalah syariat-Nya (agama Islam) yang Dia utus Nabi-Nya <i>shallallahu ‘alaihi wasallam </i>dengannya.</p>
<p><b>Faidah:</b></p>
<p>Tatkala seorang hamba meniti <i>Ash-Shirooth Al-Mustaqiim </i>sesuai dengan perintah Allah, maka akan terhindar dari kebid’ahan dan terhindar dari melakukan ibadah dengan tata cara selain ajaran Islam.</p>
<p><b>(Bersambung)</b></p>
<h2>Daftar link artikel ini:</h2>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/31217-10-kiat-istiqamah-1.html">10 Kiat Istiqamah (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31331-10-kiat-istiqamah-2.html">10 Kiat Istiqamah (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31345-10-kiat-istiqamah-3.html">10 Kiat Istiqamah (3)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32372-10-kiat-istiqamah-4.html">10 Kiat Istiqamah (4)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32376-10-kiat-istiqamah-5.html">10 Kiat Istiqamah (5)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32382-10-kiat-istiqomah-6.html">10 Kiat Istiqamah (6)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/32443-10-kiat-istiqomah-7.html">10 Kiat Istiqamah (7)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33383-10-kiat-istiqomah-8.html">10 Kiat Istiqamah (8)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33385-10-kiat-istiqomah-9.html">10 Kiat Istiqomah (9)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33387-10-kiat-istiqomah-10.html">10 Kiat Istiqomah (10)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/33581-10-kiat-istiqomah-11.html">10 Kiat Istiqomah (11)</a></li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 