
<p><em>Baca pembahasan sebelumnya <a href="https://muslim.or.id/31345-10-kiat-istiqamah-3.html">10 Kiat Istiqamah (3)</a></em></p>
<p><b>Doa yang Paling Manfaat</b></p>
<p>Para ulama mengingatkan hendaklah kita menyadari bahwa suatu ucapan dalam shalat yang berbunyi</p>
<h3 style="text-align: right;"><b>اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ</b></h3>
<p>“<i>Tunjukilah kami jalan yang lurus</i>”</p>
<p>adalah sebuah doa yang Allah Ta’ala wajibkan bagi kita untuk diulang-ulang sebanyak tujuh belas kali dalam sehari semalam, yaitu sebanyak jumlah rakaat shalat wajib lima waktu dalam sehari semalam.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah <i>rahimahullah </i>mengatakan,</p>
<h3 style="text-align: right;">تأملت أنفع الدعاء فإذا هو سؤال العون على مرضاته ، ثم رأيته في الفاتحة في <b>{إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</b>
</h3>
<p>“Saya perhatikan doa yang paling bermanfaat, maka (saya dapatkan) berupa permohonan pertolongan untuk meraih ridha-Nya, kemudian saya mendapatkan doa tersebut terdapat dalam surat Al-Faatihah pada ayat <i>iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin</i> (<i>hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan</i>).”</p>
<h2><b>Kiat Kedua</b></h2>
<p><b>Hakikat istiqamah adalah meniti jalan yang lurus (Islam).</b></p>
<p>Agar kita dapat memahami istiqamah dengan baik, maka kita perlu mengenal beberapa perkataan sahabat dan tabi’in dalam menjelaskan makna istiqamah. Berikut ini beberapa nukilan dari Salafush Shalih <i>rahimahumullah</i>.</p>
<ol>
<li>Abu Bakar Ah-Shidddiq <i>radhiyallahu ‘anhu</i> menjelaskan firman Allah Ta’ala</li>
</ol>
<h3 style="text-align: right;"><b>إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا</b></h3>
<p>“<i>Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqamah</i>.”</p>
<p>sebagai berikut.</p>
<h3 style="text-align: right;">هُم الَّذين لم يُشركوا بالله شيئًا</h3>
<p>“Orang-orang yang istiqamah adalah orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun.”</p>
<p>Abu Bakar Ah-Shidddiq <i>radhiyallahu ‘anhu</i> menjelaskan bahwa dasar istiqamah dan intinya adalah tauhid, mengesakan Allah Ta’ala<i>. </i>Barangsiapa yang benar-benar mengesakan Allah Ta’ala<i>, </i>maka ia akan menunaikan hak dan kesempurnaan tauhid, yaitu taat kepada Allah dengan meniti jalan-Nya yang lurus.</p>
<ol start="2">
<li>Pakar Tafsir di kalangan sahabat <i>radhiyallahu ‘anhu, </i>Ibnu Abbas <i>radhiyallahu ‘anhu</i> menafsirkan ayat berikut</li>
</ol>
<h3 style="text-align: right;"><b>ثُمَّ اسْتَقَامُوا</b></h3>
<p><i>“…kemudian mereka istiqamah…” </i></p>
<p>sesuai dengan tafsiran Abu Bakar Ah-Shidddiq <i>radhiyallahu ‘anhu </i>di atas. Ibnu Abbas <i>radhiyallahu ‘anhu</i> menjelaskan ayat tersebut.</p>
<h3 style="text-align: right;">على شهادة أن لا إله إلَّا الله</h3>
<p>“(Mereka istiqamah) di atas syahadat tiada Sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah”</p>
<ol start="3">
<li>Diriwayatkan dari Umar bin Al-Khaththab <i>radhiyallahu ‘anhu</i> bahwa tatkala beliau di atas mimbar, beliaupun membaca ayat</li>
</ol>
<h3 style="text-align: right;"><b>إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا</b></h3>
<p>“<i>Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqamah</i>.”</p>
<p>dengan tafsiran berikut.</p>
<h3 style="text-align: right;">
لم يَرُوغوا رَوَغان الثَّعلب</h3>
<p>“Mereka tidak berjalan ke kanan dan ke kiri sebagaimana berjalannya musang.”</p>
<p> </p>
<p>Umar bin Al-Khaththab <i>radhiyallahu ‘anhu</i> menjelaskan bahwa orang-orang yang istiqamah adalah orang-orang yang berjalan lurus, meniti jalan Allah, <i>Ash-Shirath Al-Mustaqim.</i></p>
<p>Tafsiran istiqamah seperti inilah yang disimpulkan oleh Ibnu Rajab <i>rahimahullah, </i>sebagaimana akan disebutkan setelah ini, <i>in syaallah</i>.</p>
<p><b>[bersambung]</b></p>
<h2>Daftar link artikel ini:</h2>
<ol>
<li><a href="https://muslim.or.id/31217-10-kiat-istiqamah-1.html">10 Kiat Istiqamah (1)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31331-10-kiat-istiqamah-2.html">10 Kiat Istiqamah (2)</a></li>
<li><a href="https://muslim.or.id/31345-10-kiat-istiqamah-3.html">10 Kiat Istiqamah (3)</a></li>
<li>10 Kiat Istiqamah (4)</li>
</ol>
<p>Penulis: <span class=""><span class="author xt-post-author"><a title="Posts by Sa'id Abu Ukkasyah" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" rel="author" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></span><br>
Artikel: <a href="http://muslim.or.id">Muslim.or.id</a></p>
 